Sabtu, 31 Desember 2011

Gambar Design Masjid Besar 2D


Gambar berikut meliputi : ( design berikut hanya sebatas konsep awal )
  • Denah lantai 1 dan 2
  • Tampak depan
  • Tampak Samping kiri dan kanan
  • Tampak Belakang

Lantai 1
Lantai 2
Tampak S Kiri
Tampak S. Kanan
Tampak Belakang

__________________________________________________________________
Download pdf - file = Galeri - Masjid 

Rabu, 23 November 2011

Widget untuk Mengganti Warna Background secara Otomatis

Menggunakan kombinasi warna yang tepat agar tampilan blog menjadi lebih menarik dan elegan bisa menjadi alternatif bagi yang suka utak utik template.
Penggunaan kode warna sudah merupakan bagian yang tak terpisahkan bagi para blogger untuk membuat tampilan yang sesuai antara background, border, dan warna huruf.
Untuk menambah variasi dan mengurangi kejenuhan dengan penggunaan warna yang sama maka widget untuk mengganti background secara otomatis ini bisa menjadi pilihan yang tepat.

Untuk lebih lengkapnya ikuti langkah berikut.

  • Login ke akun Blogger kamu.
  • Dari halaman dashboard
  • Pilih tab Elemen Halaman ( Page Element ).
  • Klik pada bagian Tambah Gadget dan pilih HTML/JavaScript.
  • Copykan script berikut dan letakkan pada kotak Content yang tersedia :

<script type="text/javascript">
function bgChange(bg)
{
document.body.style.background=bg;
}
</script>
<table width="100%">
<tr>
<td onclick="bgChange('')" bgcolor="DarkOrange">&nbsp;</td>
<td onclick="bgChange('DimGray')" bgcolor="DimGray">&nbsp;</td>
<td onclick="bgChange('Maroon')" bgcolor="Maroon">&nbsp;</td>
<td onclick="bgChange('MidnightBlue')" bgcolor="MidnightBlue">&nbsp;</td>
<td onclick="bgChange('DarkGreen')" bgcolor="DarkGreen">&nbsp;</td>
<td onclick="bgChange('DarkSlateBlue')" bgcolor="DarkSlateBlue">&nbsp;</td>
</tr>
</table>

<span style="float:right;font-size:10px;color:SeaGreen;">background Change</span>


Keterangan :
  • Warna Merah ; warna petunjuk untuk kembali ke warna background default (asli), silakan diganti dengan warna lain sesuai template ( hanya sebagai tampilan kembali ke warna asli ).
  • Warna Kuning ; warna background yang diinginkan, pada saat di klik warna background akan berubah sesuai jenis warna yang telah ditentukan. ( ubah sesuai kebutuhan, untuk kode warna bisa dilihat disini "Menggunakan Kode warna dalam blogging"
  • Warna Aqua ; keterangan widget, ganti sesuai kebutuhan.

Selamat mencoba...!

Rabu, 09 November 2011

Ruang Terbuka Hijau Perkotaan


Ruang Terbuka Hijau (RTH) kota adalah :
Bagian dari ruang-ruang terbuka (open spaces) suatu wilayah perkotaan yang diisi oleh tumbuhan, tanaman, dan vegetasi (endemik, introduksi) guna mendukung manfaat langsung dan/atau tidak langsung yang dihasilkan oleh RTH dalam kota tersebut yaitu :
  • Keamanan
  • Kenyamanan
  • Kesejahteraan
  • dan Keindahan wilayah perkotaan tersebut.
Permintaan akan pemanfaatan lahan kota yang terus tumbuh dan bersifat akseleratif untuk pembangunan berbagai fasilitas perkotaan, termasuk kemajuan teknologi, industri dan transportasi, selain sering mengubah konfigurasi alami lahan/bentang alam perkotaan juga menyita lahan-lahan tersebut dan berbagai bentukan ruang terbuka lainnya. Kedua hal ini umumnya merugikan keberadaan RTH yang sering dianggap sebagai lahan cadangan dan tidak ekonomis.
Di lain pihak, kemajuan alat dan pertambahan jalur transportasi dan sistem utilitas, sebagai bagian dari peningkatan kesejahteraan warga kota, juga telah menambah jumlah bahan pencemar dan telah menimbulkan ketidak nyamanan di lingkungan perkotan.
Untuk mengatasi kondisi lingkungan kota seperti ini sangat diperlukan RTH sebagai suatu teknik bioengineering dan bentukan biofilter yang relatif lebih murah, aman, sehat, dan menyamankan

Berdasarkan bobot kealamiannya, bentuk RTH dapat diklasifikasi menjadi :
  1. Bentuk RTH alami (habitat liar/alami, kawasan lindung) dan 
  2. Bentuk RTH non alami atau RTH binaan (pertanian kota, pertamanan kota, lapangan olah raga, pemakaman
Berdasarkan sifat dan karakter ekologisnya diklasifikasi menjadi :
  1. Bentuk RTH kawasan (areal, non linear), dan
  2. Bentuk RTH jalur ( koridor, linear),
Berdasarkan penggunaan lahan atau kawasan fungsionalnya diklasifikasi menjadi :
  1. RTH kawasan perdagangan,
  2. RTH kawasan perindustrian,
  3. RTH kawasan permukiman,
  4. RTH kawasan pertanian, dan
  5. RTH kawasan-kawasan khusus, seperti pemakaman, hankam, olah raga, alamiah.

Status kepemilikan RTH diklasifikasikan menjadi :
  1. RTH publik, yaitu RTH yang berlokasi pada lahan-lahan publik atau lahan yang dimiliki oleh pemerintah (pusat, daerah), dan
  2. RTH privat atau non publik, yaitu RTH yang berlokasi pada lahan-lahan milik privat.

Selasa, 01 November 2011

Cara mudah membuat slide show

Membuat blog lebih tampil menarik salah satunya dengan menampilkan slide show berupa gambar, cara ini cukup mudah dan cepat, Untuk lebih lengkapnya ikuti langkah berikut.
  • Login ke akun Blogger kamu.
  • Dari halaman dashboard
  • Pilih tab Elemen Halaman ( Page Element ).
  • Klik pada bagian Tambah Gadget dan pilih HTML/JavaScript.
  • Copykan script berikut dan letakkan pada kotak Content ( dimana saja bisa ) yang tersedia :

<script language="JavaScript1.2">
var variableslide=new Array()

//variableslide[x]=["path to image", "OPTIONAL link for image", "OPTIONAL text description (supports HTML tags)"]

variableslide[0]=['https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEii4ajnAZ1njcqnUJhCPfdl5GwveE1s-MOKX3Et5CpQl6eHKHc3gXjRvbcxwR3cyiClTmVh2TqnRhPFWcaE0taR1MGLqFjR4zVWg_uNURW7D2OkI9EwFdLIpAQ8CCj-ymMY-mvgKPf42os/s128/header_u15.png', '', '']
variableslide[1]=['https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi5VmwOK799iifN8e8fZOD7-JCKrnAT2U475sFZj66PJBQ6EcHO2Smk2gK6cXWytVE34UG5slIisyL4yOQppc-yxIiCtuz8F6QTiwP-VhoaTpgSbCSKYpu8Bjp3Z-Az3-kyT7amlYQPUwE/s128/header_u18.png', '', '']
variableslide[2]=['https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh5iG6iQf5udRYUgQlYci3FfvJENsO7lkP4B3cuMjL1NWUnaJFdKiOn7OQ73Vtv27ok0a5CeEy4nqiqAY1wQJYVbnVa3jvkzW-gRpEDSa9lx3vfGvpeZ7bZlBSFlqFUjoulhxhqJjPACkc/s128/header_u2.png', '', '']
variableslide[3]=['https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh0TaGO9NlxSouzgsJOJgne8A5V4SEmnuBGeiVG2VFlctqBhwRV8-RtC-G4vn_cBq-jt9xJfhTU_KjVPHRiW-LBVxZGIf4hKnhPH45b4kQ9iokz1ohyphenhyphenGP0p2JH_G7S3y3V9af4aUQ7EBDY/s128/header_u3.png', '', '']

//configure the below 3 variables to set the dimension/background color of the slideshow

var slidewidth='300px' //set to width of LARGEST image in your slideshow
var slideheight='auto' //set to height of LARGEST iamge in your slideshow, plus any text description
var slidebgcolor='transparent'

//configure the below variable to determine the delay between image rotations (in miliseconds)
var slidedelay=3000

////Do not edit pass this line////////////////

var ie=document.all
var dom=document.getElementById

for (i=0;i<variableslide.length;i++){
var cacheimage=new Image()
cacheimage.src=variableslide[i][0]
}

var currentslide=0

function rotateimages(){
contentcontainer='<center>'
if (variableslide[currentslide][1]!="")
contentcontainer+='<a href="'+variableslide[currentslide][1]+'">'
contentcontainer+='<img src="'+variableslide[currentslide][0]+'" border="0" vspace="3">'
if (variableslide[currentslide][1]!="")
contentcontainer+='</a>'
contentcontainer+='</center>'
if (variableslide[currentslide][2]!="")
contentcontainer+=variableslide[currentslide][2]

if (document.layers){
crossrotateobj.document.write(contentcontainer)
crossrotateobj.document.close()
}
else if (ie||dom)
crossrotateobj.innerHTML=contentcontainer
if (currentslide==variableslide.length-1) currentslide=0
else currentslide++
setTimeout("rotateimages()",slidedelay)
}

if (ie||dom)
document.write('<div id="slidedom" style="width:'+slidewidth+';height:'+slideheight+'; background-color:'+slidebgcolor+'"></div>')

function start_slider(){
crossrotateobj=dom? document.getElementById("slidedom") : ie? document.all.slidedom : document.slidensmain.document.slidenssub
if (document.layers)
document.slidensmain.visibility="show"
rotateimages()
}

if (ie||dom)
start_slider()
else if (document.layers)
window.onload=start_slider

</script>

<ilayer id="slidensmain" width=&{slidewidth}; height=&{slideheight}; bgcolor=&{slidebgcolor}; visibility=hide><layer id="slidenssub" width=&{slidewidth}; left=0 top=0></layer></ilayer>

Keterangan :
  • Warna Merah ; alamat URL image yang akan dipasang, silakan ganti dengan punya kamu sendiri.
  • Warna Kuning ; lebar widget yang ada, sesuaikan dengan kebutuhan.
  • Warna Aqua ; waktu perputaran tampilan image, silakan ganti sesuai kebutuhan tambah besar makin lambat.

Selamat mencoba...!

Sumber : http://dynamicdrive.com

Kamis, 20 Oktober 2011

Bagian bagian Atap Rangka Kayu untuk Rumah Tinggal Sederhana


Bagian-bagian   atap   terdiri   atas :
  • Kuda-kuda
  • Ikatan   angin
  • Jurai
  • Gording
  • Sagrod
  • Bubungan
  • Usuk
  • Reng
  • Penutup atap
  • dan talang
 
Gording
Gording   membagi   bentangan   atap   dalam   jarak-jarak   yang   lebih kecil pada proyeksi horisontal. Gording meneruskan beban dari penutup atap, reng, usuk, orang, beban angin, beban air hujan pada titik-titik buhul kuda-kuda.

Gording berada di atas kuda-kuda, biasanya tegak lurus dengan arah kuda-kuda. Gording menjadi tempat ikatan bagi usuk, dan posisi gording harus disesuaikan dengan panjang  usuk   yang   tersedia.
Gording harus berada di atas titik buhul kuda-kuda, sehingga bentuk kuda-kuda sebaiknya disesuaikan dengan panjang usuk yang tersedia.
Bahan- bahan untuk Gording, terbuat dari kayu, baja profil canal atau profil WF. Pada gording dari baja, gording satu dengan lainnya akan dihubungkan dengan sagrod untuk  memperkuat dan   mencegah dari terjadinya pergerakan. 
Posisi sagrod diletakkan sedemikian rupa sehingga mengurangi momen maksimal yang terjadi pada gording
Gording kayu biasanya memiliki dimensi : panjang maksimal 4 m, tinggi 12 cm dan lebar 8 cm s.d. 10 cm. Jarak antar gording kayu sekitar 1,5 s.d. 2,5   m.
Gording   dari   baja   profil   canal   (Iight   lip   channel)   umumnya   akan mempunyi dimensi; panjang satu batang sekitar 6 atau 12 meter, tinggi antara 10 s.d. 12 cm dan tebal sekitar 2,5 mm. Profil WF akan memiliki panjang 6 s.d. 12 meter, dengan tinggi sekitar 10 s.d. 12 cm dan tebal sekitar 0,5 cm.

Jurai
Pada pertemuan sudut atap terdapat batang baja atau kayu atau  framework   yang   disebut   jurai.   Jurai   dibedakan   menjadi   jurai   dalam   dan jurai luar. 
Ukuran sama dengan gording.

Sagrod
Sagrod adalah batang besi bulat  terbuat  dari tulangan polos dengan kedua ujungnya memiliki ulir dan baut sehingga posisi bisa digeser (diperpanjang/diperpendek).

Usuk/kaso  

Usuk berfungsi menerima beban dari penutup atap dan reng dan meneruskannya ke gording.   Usuk terbuat dari kayu dengan ukuran 5/7 cm dan panjang maksimal 4 m. Usuk dipasang dengan jarak 40 s.d. 50 cm antara satu dengan lainnya pada arah tegak lurus gording. Usuk akan terhubung dengan gording dengan menggunakan paku. 
Pada kondisi tertentu usuk harus dibor dahulu sebelum dipaku untuk menghindari pecah pada ujung-ujung usuk. 
 
Reng
Reng berupa batang kayu berukuran 2/3 cm atau 3/5 cm dengan panjang sekitar 3 m.
Reng menjadi tumpuan langsung penutup atap dan meneruskannya ke usuk/kaso. Pada atap   dengan penutup dari asbes, seng atau sirap reng tidak digunakan.
Reng akan digunakan pada atap dengan penutup dari genteng. Reng akan dipasang pada arah   tegak lurus   usuk   dengan   jarak   menyesuaikan   dengan   panjang   dari   penutup atapnya (genteng)

Penutup Atap  

Penutup atap adalah elemen paling luar dari struktur   atap.
Penutup atap harus mempunyai sifat kedap air, bisa mencegah terjadinya rembesan air selama kejadian hujan. Sifat tidak rembes ini diuji dengan pengujian serapan air dan rembesan.
Struktur penutup atap merupakan struktur yang langsung berhubungan dengan beban-beban   kerja   (cuaca) sehingga harus dipilih dari bahan-bahan yang kedap air,  tahan   terhadap    perubahan cuaca.
Struktur penutup yang sering digunakan antara lain;  genteng, asbes, kayu (sirap), seng, polycarbonat, plat beton, dan lain-lain.

Rabu, 28 September 2011

Detail Konstruksi Kuda Kuda Kayu

Penggunaan rangka atap pada saat ini sudah sangat beragam mulai dari kayu, baja dan aluminium, pemilihan dan penggunaan dari masing masing material tersebut sudah tentu harus sesuai dengan peruntukan serta ketersediaan dana.
Kebanyakan masyarakat saat ini masih banyak yang menggunakan material kayu, selain mudah didapat tingkat kesulitan yang cukup rendah, dalam arti bisa dikerjakan oleh Tukang kayu lokal tidak dibutuhkan tenaga ahli.
Berikut detail Kuda Kuda Kayu yang biasa digunakan untuk bentang maksimal 7 m :

detail kuda kuda kayu ( klik untuk memperbesar )
  • Untuk bentang yang lebih besar dibutuhkan perkuatan
  • Untuk kayu yang lebih dari 3 m, maksimal 3,5 m harus dipasang sambungan dengan perkuatan
  • Semoga bermanfaat.

Minggu, 25 September 2011

Perpres No 35 2011 perubahan Perpres No 54 2010


Belum genap 1 tahun Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah berlaku , Pemerintah telah mengeluarkan Perubahan Perpres 54 Tahun 2010 dalam bentuk Perpres 35 Tahun 2011.

Beberapa ketentuan dalam Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah yang diubah meliputi :

1.   Ketentuan Pasal 44 ayat (2)
2.   Penjelasan Pasal 44 Ayat (2) Huruf a
 
Peraturan Presiden ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. 30 Juni 2011

Selengkapnya silakan download disini :