Kamis, 30 Juli 2009

Taman Rumah Minimalis


Untuk sebuah taman minimalis yang biasanya berada di lahan sempit, tak semua tanaman dan ornamen pantas diletakkan di sana. ”Salah memilih, lahan yang sudah sempit akan terlihat semakin sempit,” 

Untuk membuat taman minimalis, ada beberapa karakteristik yang perlu diperhatikan. Bangunan gaya minimalis umumnya bertingkat dengan bentuk kotak atau geometris. Bentuk ini menyembulkan kesan tegas dan kaku. Dengan kehadiran taman diharapkan bisa mengurangi kesan kaku tersebut.

Taman minimalis sebaiknya menonjolkan aksen natural dengan material yang tidak terlalu banyak, terutama jika bangunan rumah memiliki jendela ukuran besar. Selain itu, menurut Arwindrasti, aspek kesehatan dan kenyamanan penghuni rumah sangat perlu diperhatikan ketika membuat taman minimalis. Anda harus tahu,hunian minimalis yang sempit sangat membutuhkan pasokan oksigen. Nah, kebutuhan oksigen bisa diperoleh dari proses fotosintesis tanaman hijau. Karena itu, perbanyak tanaman hijau di taman minimalis. Oksigen bisa juga diperoleh dari unsur air. Karena itu, menghadirkan kolam plus air terjun atau pancuran, merupakan langkah yang tepat.

Di mana sebaiknya taman minimalis berada? Sangat fleksibel. Anda bisa menempatkannya di bagian depan, belakang, pojok, samping, bahkan di dalam rumah. Jika menyukai unsur air, Anda bisa menempatkan taman minimalis bertema taman air di bagian depan rumah.

Jika taman berada di bagian belakang rumah, buatlah desain yang lebih sederhana. Hindari bentuk-bentuk yang menyerupai gunung, karena akan menumbuhkan kesan sempit. Jika ingin menghadirkan rumput, sebaiknya pilih yang berdaun kecil dan halus seperti rumput peking.

Lain halnya untuk taman minimalis yang hadir di dalam rumah. Tanaman yang pas untuk taman di dalam rumah adalah keluarga palem-paleman. Tanaman berdaun hijau dengan sedikit semburat kuning, Dracena fragrans, juga layak Anda pilih.

Sebenarnya, banyak jenis tanaman yang cocok menghuni taman minimalis. ”Yang penting, mudah dipelihara, berwarna hijau, serta harganya murah meriah,”. Beberapa di antaranya, yakni :
  • Caladium linium
  • Calathea majestic yang memiliki daun berwarna hijau segar
  • Yang liyu, yang kerap menghiasi area tepi kolam.
Untuk jenis tanaman berbunga, Anda juga punya banyak pilihan. Sebut saja misalnya, kembang merak, alamanda, terompet, melati, dan kemuning. Tak saja indah, bunga kemuning yang mungil namun wangi bisa sekaligus mengharumkan taman Anda. Bahkan, jika ditanam di dekat carport, bunga ini bisa berfungsi sebagai pembatas atau pagar. Masih ada pilihan lain? Tentu saja. Tanaman sri rejeki, bahkan Anthurium, pas juga untuk taman minimalis Anda.

Tak hanya tanaman hias. Tanaman buah pun bisa Anda tampilkan pada jenis taman yang satu ini. Sebaiknya, pilih pohon bersosok ramping dan tumbuhnya vertikal. Contohnya, pohon ceremai, srikaya, dan delima. Tanaman menjulang seperti glodok tiang atau cemara lilin bisa juga menjadi penghias taman.


Super minimalis
Saat ini, tak sedikit hunian yang berada di lahan super minimalis. Alhasil, lahan yang tersisa untuk taman pun sangat terbatas, sekitar 1X2 meter. dengan harga yang semakin meroket lahan super minimalis pun masih bisa disiasati sehingga taman impian Anda terwujud. Bagaimana caranya? Cobalah menata tanaman dalam beberapa pot. Anthurium, asparagus, Begonia, dan bunga lili bisa mengisi pot-pot itu. Tidak sulit, bukan? Berbekal tips di atas, mudah-mudahan taman Anda tampil maksimal meski berada di lahan minimal.

Rumah Minimalis

Rumah minimalis untuk tahun ini menjadi trend membius semua orang untuk berlomba - lomba menerapkan apa yang disebut dengan minimalis, 



Gaya rumah minimalis, hadir untuk menyesuaikan tren hidup masyarakat masa kini yang serba cepat dan praktis.

Rumah type minimalis cocok untuk keluarga muda yang sedang merintis karier.

Tiadanya ornamen yang rumit membuat rumah bergaya minimalis lebih mudah ditata dan dibersihkan. Ini cocok dengan kebutuhan orang-orang berusia di bawah 40 tahun yang masih sibuk berkarier hingga hanya punya sedikit waktu mengurus rumah. 

Jika dilihat dari segi usia, segmen peminat rumah minimalis ini adalah mereka yang berusia di bawah 40 tahun. Mereka sudah mempunyai karier dan masa depan yang mantap, tetapi belum berada di puncak karier. Jika memiliki anak, anak mereka paling besar baru sekolah di sekolah dasar. sangatlah cocok dengan type rumah minimalis.

Pada prinsipnya perbedaannya, rumah bergaya minimalis dengan gaya yang lain ini hanya terletak pada aksesorinya. Dalam rumah bergaya minimalis, semua aksesori dibuat secara sederhana sesuai dengan fungsinya. Jendela ya jendela saja, tanpa ornamen. termasuk   bouvenlist, Demikian juga dengan pintu dan lainnya.

  • Bentuk minimalis yang dimaksud tidak berarti rumah tersebut menghilangkan sejumlah fungsinya. Bentuk, ukuran, dan tata letak dari rumah bergaya minimalis, seperti untuk ruang tidur, ruang tamu, kamar mandi, atau dapur, secara umum relatif sama dengan rumah bergaya lain seperti modern, mediterranean, atau klasik.
  • Dalam konteks ini, maka gaya minimalis akan menghilangkan hiasan batu tempel seperti yang banyak dipasang dalam dinding rumah bergaya mediterranean. Dinding rumah bergaya minimalis akan polos dengan cat berwarna putih atau logam.
  • Pilar tinggi besar yang dipenuhi ornamen seperti dalam rumah bergaya klasik juga akan hilang dalam rumah bergaya minimalis. Kalaupun ada pilar, dalam gaya minimalis pilar tersebut hanya kecil dan tanpa ornamen.
 
semoga bermanfaat..!
terima kasih...