Tampilkan postingan dengan label sipil. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sipil. Tampilkan semua postingan

Rabu, 06 Mei 2015

Standart pembesian beton bertulang bangunan sederhana

Dalam membangun rumah/bangunan sering kita menemui adanya pembesian pada struktur bangunan dengan berbagai macam kondisi pembesian/penulangan beton, misalnya :
  • kolom persegi
  • kolom kotak
  • kolom bulat
  • balok pengaku
  • balok gantung
  • balok kantilever / leufel
  • plat beton
  • pondasi cakar ayam/telapak
  • dll
sebenarnya tidaklah sulit untuk memenuhi ketentuan standart struktur bangunan yang benar sesuai dengan SNI / kaidah teknis.
berikut adalah contoh dasar penulangan beton bagi rumah / bangunan sederhana :













ini adalah contoh2 yang biasanya ditemui di masyarakat pada umumnya, untuk detail bangunan yang kompleks sudah tentu ada beberapa hal yang harus diperhatikan ( disarankan menggunakan tenaga ahli )

semoga bermanfaat.....!

Jumat, 27 Maret 2015

Tata Tata perencanaan baja untuk bangunan gedung SNI 03 - 1729 - 2002

Maksud Tata Cara Perencanaan Struktur Baja untuk Bangunan Gedung ini adalah sebagai acuan bagi para perencana dan pelaksana dalam melakukan pekerjaan perencanaan dan pelaksanaan struktur baja.

Tujuan tata cara ini adalah untuk mengarahkan terciptanya pekerjaan perencanaan dan pelaksanaan baja yang memenuhi ketentuan minimum serta mendapatkan hasil pekerjaan struktur yang aman, nyaman, dan ekonomis.


Standar ini meliputi persyaratan-persyaratan umum serta ketentuan ketentuan teknis perencanaan dan pelaksanaan struktur baja untuk bangunan gedung, atau struktur bangunan lain yang mempunyai kesamaan karakter dengan struktur gedung.

Kamis, 20 Februari 2014

Analisa Harga Satuan Pekerjaan Bidang Pekerjaan Umum, 12 Nopember 2012


Pedoman ini menetapkan :
  1. langkah-langkah menghitung harga satuan dasar (HSD) upah tenaga kerja,
  2. HSD alat dan HSD bahan, yang selanjutnya menghitung
  3. harga satuan pekerjaan (HSP) sebagai bagian dari harga perkiraan sendiri (HPS), dan
  4. dapat digunakan pula untuk menganalisis harga perkiraan perencana (HPP) untuk penanganan pekerjaan bidang pekerjaan umum.

Penanganan pekerjaan meliputi :
  • preservasi atau pemeliharaan dan pembangunan atau peningkatan kapasitas kinerja bidang pekerjaan umum, yaitu pada pekerjaan ke Air-an, ke Binamarga-an dan ke Ciptakarya-an.
  • Pekerjaan dapat dilakukan secara mekanis dan/atau manual.
  • Pekerjaan yang dilaksanakan secara manual, tersedia tabel indeks bahan dan indeks upah,
  • sementara untuk pekerjaan yang dilaksanakan secara mekanis, penetapan indeks atau koefisien dilakukan melalui proses analisis produktivitas.

=============================================

Sabtu, 15 Februari 2014

Analisa Biaya Konstruksi pekerjaan Pipa dan Saniter - RSNIT-15-2002


Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan disusun sebagai acuan dasar yang seragam bagi para pelaksana pembangunan gedung dan perumahan dalam menghitung besarnya harga satuan berbagai pekerjaan untuk bangunan Gedung dan Perumahan.

Jenis pekerjaan yang dicakup meliputi
  • Pekerjaan pemasangan kloset duduk, kloset jongkok, badcuip, urinoir, bak mandi fiberglass,
  • bak cuci piring, wastafel dan floor drain/saringan pengering lantai.
  • Pekerjaan pembuatan bak air dari pasangan batu bata dan teraso
  • Pelaksana pemasangan pipa saniter air kotor dan air bersih

Tata cara perhitungan ini memuat indeks bahan bangunan dan indeks tenaga kerja yang dibutuhkan untuk tiap satuan pekerjaan sesuai dengan spesifikasi teknis pekerjaan yang bersangkutan.

=========================================

Analisa Biaya Konstruksi pekerjaan persiapan - RSNIT-12-2002


Standar ini mencakup ruang lingkup, acuan, istilah dan definisi, persyaratan, contoh pengisian, dan analisa biaya konstruksi pekerjaan persiapan. Tata cara perhitungan harga satuan perkerjaan disusun sebagai acuan dasar yang seragam bagi para pelaksana pembangunan gedung dan perumahan dalam menghitung besarnya harga satuan berbagai

pekerjaan untuk bangunan gedung dan perumahan. Jenis pekerjaan yang dicakup meliputi :
  1. Pekerjaan pembuatan pondasi batu kali, dalam berbagai komposisi spesi
  2. Pemasangan anstamping/batu kosong
  3. Pembuatan pondasi sumuran
  4. Pembuatan tiang pancang.

Pelaksana pembangunan gedung dan perumahan yang dimaksudkan adalah pihak-pihak yang terkait dalam Pembangunan Gedung dan Perumahan yaitu para perencana, konsultan, kontraktor maupun perseorangan dalam memperkirakan biaya bangunan.
Tata cara perhitungan ini, memuat indeks bahan bangunan dan indeks tenaga kerja yang dibutuhkan untuk tiap satuan pekerjaan sesuai dengan spesifikasi teknis pekerjaan yang bersangkutan.

DOWNLOAD ====>

RSNIT-12-2002 Download
RSNIT-12-2002 - Preview

Senin, 13 Januari 2014

Menghitung Ukuran, Dimensi Pondasi Menerus Batu Kali

Cara Menghitung Ukuran / Dimensi Pondasi Menerus

Hitungan pondasi harus dibuat dan direncanakan pada keadaan yang paling aman bagi konstruksi bangunan tersebut, artinya beban bangunan yang dipakai harus yang terbesar dan sebaliknya kekuatan daya dukung tanah di bawah pondasi dipakai yang terkecil.

Rumus Pondasi =P / σ t

Keterangan:


P = Beban bangunan yang didukung oleh pondasi, yaitu:


  1. Berat pasangan bata termasuk kolom praktisnya
  2. Berat Atap
  3. Berat Plafond
  4. Berat Balok Sloof, dan Balok Keliling Atas
  5. Berat sendiri Pondasi
  6. Berat tanah di atas Pondasi

    Untuk menghitung berat konstruksi dari bangunan dan bahannya, dipakai Peraturan Muatan Indonesia, NI – 18.
    1. Berat pasangan bata dengan perekat 1kp : 1pc : 2ps adalah 1.700 kg/m3.
    2. Bila dipakai perekat 1pc : 2ps : beratnya 2.000 kg/m3.
    3. Untuk pasangan bata dengan perekat campuran kapur dan semen atau sebagian pakai perekat kapur dan sebagian lagi dengan perekat semen dapat dipakai berat rata-rata 1.800 kg/m3. Berat ini sudah termasuk plesterannya, jadi tebal pasangan bata yang dipakai adalah15 cm untuk pasangan ½ batu dan 30 cm untuk pasangan 1 batu, Kurang dari ukuran tersebut, Kolom praktis dapat dianggap sebagai berat pasangan bata.
    4. Untuk balok sloof dan balok keliling dari konstruksi beton bertulang dipakai berat = 2.400 kg/m3.
    5. Penutup atap dari genteng+usuk+reng = 50 kg/m2, bila termasuk gordingnya dipakai berat = 110 kg/m2.
    6. Penutup atap sirap+usuk+reng = 40 kg/m2.
    7. Penutup asbes+gording = 50 kg/m2.
    8. Berat kuda-kuda kayu = 60 kg/m.
    9. Berat plafond eternit+penggantung = 20 kg/m2.
    10. Berat pondasi batu belah/kali = 2.200 kg/m3.
    11. Tanah kering – udara lembab = 1.700 kg/m3, tanah basah = 2.000 kg/m3, berat ini berlaku juga untuk pasir.
    12. Berat lantai tidak diperhitungkan sebagai beban pondasi karena langsung didukung oleh tanah di bawahnya.

        σt = kemampuan daya dukung tanah yang diijinkan untuk dipakai mendukung beban bangunan di atasnya.

        Apabila tidak dilakukan penyelidikan tanah untuk mengetahui kekuatannya, maka daya dukung tanah yang boleh dipakai sebesar-besarnya adalah 1 kg/cm2 (= 10 t/m2). Kemampuan daya dukung tanah yang dipakai adalah yang terletak langsung di bawah pondasi.

        Kita mungkin pernah mendengar bermacam-macam Jenis Tanah, ada Tanah Sangat Lembek, Lembek, Keras, Sangat Keras, dan sebagainya. Klasifikasi ini berdasarkan Kekuatan Daya Dukung Tanah tersebut, yang bisa didapat dengan Uji Kuat Tekan Tanah (Uji Penetrasi atau disebut juga Uji Sondir).

        Berdasarkan Percobaan Uji Sondir (Standard Penetration Test, SPT), Nilai Daya Dukung Tanah untuk Jenis Tanah yang berbeda-beda Besar nya tidak sama (bervariasi), seperti dapat kita lihat pada Tabel dibawah ini.

        Keadaan Konsistensi Tanah Daya Dukung Tanah (kg/cm2)

        • Sangat Lembek   σt = 0,0 - 0,3
        • Lembek   σt = 0,3 - 0,6
        • Sedang   σt = 0,6 - 1,2
        • Keras   σt = 1,2 - 2,4
        • Sangat Keras   σt = 2,4 - 4,8
        • Keras Sekali   σt > 4,8  
        Ukuran luas dasar pondasi yang direncanakan akan dipakai. Untuk ukuran bagian atas pondasi:
        • ½ batu minimum = 20 cm
        • 1 batu minimum = 30 cm
          Untuk pondasi menerus hanya ditinjau setiap 1 m panjang pondasi, jadi yang dimaksud F disini adalah = lebar pondasi bawah x 1 m. Misalnya:
          • Beban bangunan setiap m panjang (P) = 5 t/m'
          • Daya dukung tanah yang diijinkan (σt) = 0,8 kg/cm2.
          • F pondasi = (5000 t/m)' / (8000 kg/m2) = 0,625 m
          • Dipakai lebar pondasi b = 0,7m (selalu dibulatkan keatas).
          Diatas pondasi batu kali biasanya di buat Sloof, yaitu pasangan beton bertulang yang akan mengikat konstruksi tiang tiang beton yang kemudian disalurkan secara merata ke pondasi batu kali ini. Sloof untuk rumah 1 lantai biasanya berukuran 15/20 cm, dan untuk rumah 2 lantai biasanya berukuran 20/30.

          Untuk kondisi tanah yang stabil, sistem pondasi Batu Kali ini cukup memadai untuk memikul beban konstruksi diatasnya, dan sistem pondasi ini biasanya dipakai untuk bangunan 1 lantai, dan untuk bangunan 2 lantai umumnya akan di tambah pondasi Telapak atau Pondasi Cakar Ayam di titik titik struktural.

            Jumat, 20 Desember 2013

            Pekerjaan Pengecoran beton dan beton bertulang

            Pekerjaan beton dilaksanakan sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku (SNI03 – 2847 Tahun 2002) dengan jenis beton yang akan dilaksanakan sesuai dengan Rencana Anggaran dan Biaya (RAB).
            Persyaratan uji :
            • Trial Test dan Mix Design, Merupakan uji awal sebelum pengecoran dilaksanakan, untuk mengetahui takaran sesuai dengan mutu beton yang disyaratkan dan dipakai sebagai acuan untuk pelaksanaan pekerjaan selanjutnya, khususnya untuk pelaksanaan beton struktur.
            • Actual Random Test, Merupakan uji acak selama pelaksanaan pengecoran berlangsung untuk mengetahui mutu beton pada bagian struktur tertentu.
            • Slump Cone Test, Merupakan uji acak untuk mengetahui mutu adukan beton dalam hal ini jumlah volume airnya, untuk menjaga konsistensi perbandingan air, semen sehingga didapat mutu beton seperti yang disyaratkan.
            • Tes Tekan Beton, Pada saat pelaksanaan pengecoran pondasi, balok, plat dan kolom harus dibuatkan silinder dengan ukuran dan jumlah disesuaikan dengan ketentuan yang dimuat dalam (SNI03 – 2847 Tahun 2002), dan dilakukan pengetesan di Laboratorium konstruksi beton.
            Adukan beton dengan perbandingan 1 pc : 3 ps : 5 kr digunakan untuk beton tidak bertulang seperti : rabat beton dan lantai kerja, sedangkan adukan beton dengan campuran 1 pc : 2 ps : 3 kr dipakai untuk kolom praktis, balok latai, ring balk atau beton yang bukan struktur.

            Bahan untuk adukan beton :
            Semen :
            • Untuk pekerjaan konstruksi beton bertulang harus memakai semen sesuai standart SNI.
            • Dalam pelaksanaan pekerjaan diharuskan memakai semen satu produk/merk.
            • Semen yang didatangkan harus baik dan baru serta di dalam kantong-kantong semen yang masih utuh.
            • Untuk penyimpanan diletakkan min. 20 cm diatas tanah. Semen yang mulai mengeras harus segera dikeluarkan dari lapangan/lokasi.
            Agregat Beton :
            • Pasir beton harus tajam, keras, bersih dari kotoran-kotoran dan bahan kimia, bahan organik dan susunan diameter butirnya memenuhi persyaratan-persyaratan (SNI03 – 2847 Tahun 2002) jumlah butiran lumpur lembut harus kurang dari 5% keseluruhannya.
            • Ukuran maksimum dari batu pecah/split adalah 2 cm dengan bentuk lebih kurang seperti kubus dan mempunyai “bidang pecah” minimum 3 muka dan split harus bersih, keras dan bebas dari kotoran-kotoran lain yang dapat mengurangi mutu beton dan memenuhi persyaratan (SNI03 – 2847 Tahun 2002).
            • Susunan ukuran koral/pembagian butir harus termasuk susunan batu agregat campuran di daerah baik menurut (SNI03 – 2847 Tahun 2002).
            Air :
            • Untuk adukan, air yang dipergunakan harus bebas dari asam, garam, bahan alkali dan bahan organik yang dapat mengurangi mutu beton.
            Besi Beton :
            • Pembengkokkan dan pemotongan baja tulangan harus dilaksanakan menurut gambar / rencana detail dengan menggunakan alat potong dan mal-mal yang sesuai dengan diameter masing-masing.
            Kayu untuk cetakan beton :
            • Kayu untuk beton dipakai kayu kelas II sesuai syarat dalam PPKI 70 atau dipakai kayu meranti.
            • Papan bekisting dari papan meranti tebal 2 cm / multiplek tebal ± 9 mm dan pemakaiannya maksimum 2 (dua) kali. Sebelum pengecoran bidang multiplek dilapis cairan mud oil sampai rata agar pada waktu pembongkaran, beton tidak menempel pada papan / multiplek, perancah bekesting dipergunakan kayu meranti ukuran minimum 5/7 cm atau rangka baja/schafolding.
            Pelaksanaan Pekerjaan Beton :
            • Pekerjaan pengecoran harus dilaksanakan sekaligus dan harus dihindarkan penghentian pengecoran, kecuali bila sudah diperhitungkan pada tempat-tempat yang aman.
            • Untuk mendapatkan campuran beton yang baik dan merata harus memakai mesin Pengaduk beton / Concrete mixer pengaduk (untuk pembuatan beton praktis campuran 1 pc : 2 ps : 3 kr) dan memakai Ready Mix (untuk pembuatan beton struktur dengan mutu beton fc’ 22 Mpa).
            • Segera setelah beton dituangkan kedalam bekesting, adukan harus dipadatkan dengan concrete vibrator
            • Selama waktu pengerasan, beton harus dihindarkan dari pengeringan yang terlalu cepat dan melindunginya dengan menggenangi air diatas permukaan terus menerus selama paling tidak 10 (sepuluh) hari setelah pengecoran plat lantai, sedangkan untuk kolom struktur harus dilindungi dengan membungkus dengan karung goni yang dibasahi.
            • Pembongkaran bekesting tidak boleh dilakukan sebelum waktu pengerasan dipenuhi dan pembongkarannya dilakukan dengan hati-hati dan tidak merusak beton yang sudah mengeras
            • Apabila konstruksi beton bertulang langsung terletak diatas tanah, maka sebelumnya harus dibuat lantai kerja yang rata dengan campuran 1 pc : 3 ps : 6 kr dengan ketebalan minimum 5 cm.
            Pekerjaan Bekisting :
            • Untuk mendapatkan bentuk penampang, ukuran dari beton seperti yang ditentukan dalam gambar konstruksi, bekesting harus dikerjakan dengan baik, teliti dan kokoh.
            • Bekesting untuk pekerjaan beton, yaitu kolom, lantai, balok dll. dibuat dari papan/ multiplek t = 9 mm yang berkwalitas baik dan tidak pecah-pecah.
            • Konstruksi dari bekesting seperti sokongan-sokongan perancah dan lain-lain yang memerlukan perhitungan
            • Cetakan harus menghasilkan konstruksi akhir yang mempunyai bentuk, ukuran dan tepi-tepi yang sesuai dengan gambar-gambar rencana dan syarat-syarat pelaksanaan.
            • Bambu disarankan tidak digunakan sebagai tiang cetakan, disamping kekuatan dan kekakuan dari cetakan juga stabilitas perlu diperhitungkan dengan baik, terutama terhadap berat beton sendiri serta bahan-bahan lainnya yang timbul selama pengecoran, seperti akibat vibrator dan berat para pekerja.
            • Sebelum pengecoran dimulai, bagian dalam dari bekesting harus bersih dan kering dari air limbah, minyak dan kotoran lainnya.
            Pekerjaan Baja Tulangan :
            • Gambar rencana kerja untuk baja tulangan meliputi rencana pemotongan, pembengkokan, sambungan, penghentian dll. Untuk semua pekerjaan tulangan harus dipersiapkan menurut SNI03 – 2847 Tahun 2002.
            • Pemasangan tulangan harus sesuai dengan jumlah dan jarak yang ditentukan dalam gambar.
            • Tulangan harus ditempatkan dengan teliti pada posisi sesuai rencana, dan harus dijaga jarak antara tulangan dengan tulangan, jarak antara tulangan dengan bekesting untuk mendapatkan tebal selimut beton / beton decking yang cukup.
            • mempergunakan penyekat / spacer, dudukan / chairs dari blok beton atau baja.
            • Bila dipakai blok beton, maka mutu beton harus sesuai dengan beton yang bersangkutan atau dengan campuran 1 Pc : 2 Ps dan dipasang sudah dalam kondisi kering, semua tulangan harus diikat dengan baik dan kokoh sehingga dijamin tidak bergeser pada waktu pengecoran.
            • Sebelum melakukan pengecoran, semua tulangan harus diperiksa terlebih dahulu untuk memastikan ketelitian penempatannya, kebersihan dan untuk mendapatkan perbaikan bila perlu.
            • Tulangan yang berkarat harus segera dibersihkan atau diganti
            • Khusus untuk tebal selimut beton, dudukan harus cukup kuat dan jaraknya sedemikian sehingga tulangan tidak melengkung dan beton penutup tidak kurang dari yang disyaratkan. Toleransi yang diperkenankan terhadap bidang horizontalnya adalah ± 2.5 mm.
            Terima kasih
            semoga bermanfaat..!

            Selasa, 17 Desember 2013

            Design Rumah Tumbuh

            Banyak orang yang telah mendengar adanya istilah rumah tumbuh, tapi banyak juga yang tidak faham dengan apa yang di maksud dengan rumah tumbuh.
            Lalu apa yang dimaksud dengan rumah tumbuh ..?
            Kenapa disebut dengan rumah tumbuh...?
            Sebenarnya rumah tumbuh adalah istilah untuk pembangunan rumah yang dilakukan secara bertahap yang terencana secara matang dari awal sesuai dengan dana yang tersedia, secara garis besar ada 2 macam design rumah tumbuh, yaitu jenis vertikal dan horizontal.
            Rumah tumbuh vertikal
            Ini biasanya dilakukan bagi mereka yang mempuyai lahan yang sempit sehingga tidak ada pilihan selain membangun ke atas.
            Jenis ini butuh persiapan dengan dana awal yang lebih besar karena struktur bangunan harus sudah disiapkan  untuk rumah bertingkat, walaupun tidak dilaksanakan secara sekaligus ( bertahap )
            Rumah tumbuh horizontal
            Dilakukan oleh mereka yang punya lahan cukup luas sehingga masih cukup banyak ruang kosong untuk mengembangkan rumah sesuai dengan kebutuhan.
            Jenis ini cenderung lebih murah dan mudah karena design awal untuk struktur hanyak diperuntukkan untuk rumah tidak bertingkat.

            Dalam pembangunan rumah tumbuh ada beberapa hal yang harus diperhatikan baik dari sisi arsitektural  maupun dari sisi design struktural sesuai dengan perencanaan yang dimaksud.
            Berikut langkah yang bisa dilakukan untuk membangun rumah tumbuh :
            1. Tentukan besaran dana yang akan digunakan
            2. Konsultasikan / rancang rumah anda dalam design yang utuh sesuai dengan keinginan ( tanpa melihat dana yang sudah ada )
            3. Pilah pilah bagian mana yang akan menjadi prioritas untuk lebih dulu dibangun.
            4. Tentukan pola pembangunan/tahapan dalam pengerjaan sehingga tidak perlu adanya pekerjaan bongkar pasang dalam kelanjutan pembangunan di tahap selanjutnya.
            Usahakan menggunakan jasa profesional karena dalam pembangunan secara bertahap/tumbuh ada beberapa hal yang harus didesign dengan perhitungan terhadap kekuatan struktur dan tata ruang yang ada, misalnya :
            • Pondasi bangunan, harus diperhitungkan apakah  untuk rumah bertingkat atau tidak ( tumbuh vertikal atau horizontal ).
            • Struktur utama ( sloof, kolom, ring, balok serta kemungkinan adanya plat beton ) harus benar benar diperhitungkan terhadap kekuatan struktur terutama bila untuk rumah bertingkat ( tumbuh vertikal ), jangan hanya dengan rumus "biasanya kuat" tapi harus benar benar dihitung secara teknis.
            • Design tata ruang yang matang sehingga kecukupan dana pada tahap pertama benar benar bisa secara maksimal di terapkan dengan tata ruang yang berkelanjutan.
            Selain dari itu hal non teknis yang harus diperhatikan :
            • Sumber dan kecukupan dana juga harus diperhitungkan, jangan sampai kita membangun tahap pertama sekaligus juga tahap terakhir alias berhenti.
            •  Kemungkinan adanya kenaikan harga material secara significan
            • Carilah tenaga yang benar benar faham masalah teknis, atau setidak tidaknya ada tenaga yang menjadi mandor yang faham dan mengerti teknis bangunan.

            Baiklah, ini adalah sedikit uraian dari rumah tumbuh semoga bisa menjadi solusi bagi pemilik rumah yang ingin mengembangan rumah dengan dana terbatas.

            Jumat, 30 November 2012

            Konsep Dasar Pembangunan Rumah Tahan Gempa

            Membangun rumah merupakan impian banyak orang....
            Kenyamanan, Keindahan, Type, Model, Karakter merupakan hal yang sudah menjadi kebutuhan,
            bagaimana dengan kekuatan bangunan terhadap gempa..??
            apakah sudah menjadi pertimbangan...?? 



















            sumber :
            DIREKTORAT PEMBINAAN SMK DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN MENENGAH KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL

            Spesifikasi Teknis Rumah, Bangunan Tahan Gempa sederhana

            Pengertian Bangunan Tahan Gempa adalah :
            Bangunan yang direncanakan dapat mencegah terjadinya korban serta memperkecil kerugian harta benda saat terjadi gempa.

            Berikut spesifikasi teknis bangunan tahan gempa untuk rumah tinggal sederhana :







            Pengertian Struktur bangunan adalah :
            bagian dari bangunan yang berfungsi menyalurkan beban yang bekerja pada bangunan ke dalam tanah, dan pada umumnya struktur bangunan merupakan gabungan dari beberapa elemen (balok, kolom dan sloof) yang bekerja sebagai satu kesatuan dalam memikul/menerima beban
             
            Penggunaan material non struktural disesuaikan dengan kebutuhan
            (dinding, plafon,lantaidan kusen)

            Rabu, 07 November 2012

            Model Kuda kuda kayu untuk rumah tinggal - detail dan bentuk

            bentuk rangka kuda kuda kayu

            contoh kuda kuda kayu bentang 11.4 m

            detail kuda kuda kayu - L = var
            Note :
            Ukuran kayu disarankan untuk
            lebar bentang s/d 9 m -----------------> dipakai kayu ukuran 8/12
            lebar bentang 9 m s/d 15 m -----------------> dipakai kayu ukuran 8/14 atau 8/15

            untuk uraian lihat disini...
            1. Konstruksi kuda kuda kayu untuk rumah tinggal sederhana
            2. Konsep Dasar Konstruksi Kuda-Kuda sederhana untuk Rumah Tinggal