Sabtu, 31 Maret 2012

Rumah Memanjang Kebelakang dengan lebar depan 8 m

Memiliki tanah dengan lebar kurang lebih 8 m dan memanjang kebelakang merupakan kersulitan tersendiri untuk memiliki rumah dengan jumlah ruang yang dibutuhkan.
Ini adalah denah rumah dengan lebar tanah sekitar 8 m, 3 kamar tidur dilantai bawah dan 1 kamar tidur dilantai atas. 
Untuk type atap, tampak depan/samping/belakang, kusen bisa dilakukan dengan berbagai variasi design sesuai kebutuhan.


Minggu, 25 Maret 2012

SNI 2008 Tata cara perhitungan harga satuan konstruksi bangunan gedung dan perumahan


Jenis Pekerjaan :
  • SNI 3434_2008 Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan kayu untuk konstruksi bangunan gedung dan perumahan
  • SNI 2835_2008 Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan tanah untuk konstruksi bangunan gedung dan perumahan
  • SNI 2839_2008 Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan langit langit untuk konstruksi bangunan gedung dan perumahan
  • SNI 7393_2008 Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan besi dan aluminium untuk konstruksi bangunan gedung dan perumahan
  • SNI 7394_2008 Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan beton untuk konstruksi bangunan gedung dan perumahan
  • SNI 2837_2008 Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan plesteran untuk konstruksi bangunan gedung dan perumahan
  • SNI 6897_2008 Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan dinding untuk konstruksi bangunan gedung dan perumahan
  • SNI 2836_2008 Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan pondasi untuk konstruksi bangunan gedung dan perumahan
  • SNI 7395_2008 Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan penutup lantai dan dinding untuk konstruksi bangunan gedung dan perumahan

Rabu, 21 Maret 2012

Denah Rumah Ukuran 10 x 10 m

Rumah dengan ukuran 10 x 10 m, dengan variasi tata ruang dan atap bisa dipakai sebagai alternatif dalam melakukan pembangunan rumah dengan ukuran bujur sangkar.
Design atap bisa disesuaikan selera dan kebutuhan dengan berbagai variasi.
( gambar dibawah hanya sebagai salah satu contoh variasi yang bisa dilakukan)

DENAH RUMAH

RENCANA TAMPAK DEPAN

Kamis, 08 Maret 2012

Denah Rumah 2 Lantai, Ukuran lahan 10 x 11 m

Ukuran tanah yang sempit dan berbatasan langsung dengan rumah tetangga tanpa ada ruang yang cukup untuk ruang terbuka merupakan permasalahan yang paling banyak terjadi, penataan ruang yang baik adalah dengan menata jendela/ventilasi agar cukup cahaya serta adanya sirkulasi udara didalam ruang.
Penempatan taman belakang/samping merupakan salah satu alternatif untuk memperoleh adanya ruang terbuka sehingga cahaya dan sirkulasi udara cukup bagi ruangan.

DENAH LANTAI 1

DENAH LANTAI 2

TAMPAK DEPAN - TAMPAK BELAKANG

TAMPAK SAMPING KIRI - TAMPAK SAMPING KANAN
Ukuran tanah 10 x 11 m
Bagian samping kiri kanan dan belakang berbatasan langsung dengan rumah tetangga.
Bagian depan berbatasan dengan jalan.

Senin, 27 Februari 2012

Denah Rumah Ukuran 10,8 m x 22,5 m

Ukuran tanah Lebar 10,8 m memanjang kebelakang.
Dinding Samping kiri dan kanan langsung berbatasan dengan tanah tetangga.
Sisa tanah yang ada ada pada bagian depan dan belakang sesuai kebutuhan.

Denah Rumah

Tampak Depan

Tampak Samping Kanan

Tampak Samping Kiri
Tampak Belakang
Penempatan Ruang Tamu pada bagian depan
Dengan Ruang Keluarga akan memberi privasi bagi aktivitas keluarga
Penempatan beberapa ruang tidur pada bagian belakang disertai dengan bagian depan kamar yang langsung berhadapan dengan ruang terbuka memberi ruang yang cukup nyaman dengan penambahan taman hijau.

Jumat, 17 Februari 2012

Detail Standart Penulangan Beton Untuk Gedung

Standar ini merupakan detail dan pendetilan penulangan beton untuk bangunan gedung yang meliputi Toleransi, Gambar Kombinasi, Kait dan Bengkokan, Balok dan Balok Induk, Kolom, Panjang Penyaluran dan Sambungan Tulangan, Detail Sambungan, Penumpu Tulangan, Detail Rangka Portal, Join, Dinding, Diafragma dan Plat beton, Tata Cara Pabrikasi, Penumpu Tulangan, Pemasangan Tulangan Berdasarkan Ukuran/Jarak.



Salam....!
Semoga bermanfaat...!

Download DWG-FILE

Minggu, 05 Februari 2012

Hutan Kota ditengah Kemajuan dan Kebutuhan

Pembangunan perkotaan selalu penuh dengan tantangan dan kontroversi terutama mengenai ketersediaan lingkungan yang nyaman dan kebutuhan/tuntutan akan area perkantoran, pertokoan, sarana prasarana umum/jalan serta industri.
Keberadaan sebuah Masterplan yang berorientasi lingkungan merupakan sebuah keharusan, pada era dewasa ini kita sudah melihat adanya kota besar yang tumbuh dan berkembang tanpa adanya masterplan yang berwawasan lingkungan dimana terjadinya tumpang tindih antara ketersediaan lingkungan yang nyaman dan aman serta kebutuhan akan perkembangan jaman.
Banyaknya gedung tinggi, sarana perhubungan, industri telah membuat hilangnya wilayah hijau, resapan, serta meningkatnya pencemaran baik air dan udara pada kota kita, hal ini bisa dijadikan renungan untuk membangunan kota kita lebih baik dimasa depan.
Keberadaan hutan kota bisa menjadi salah satu alternatif untuk menciptakan lingkungan perkotaan yang indah dan nyaman.
Hutan kota adalah ruang terbuka yang ditumbuhi vegetasi berkayu di wilayah perkotaan. Hutan kota memberikan manfaat lingkungan kepada penduduk perkotaan, dalam kegunaan-kegunaan proteksi, estetika, rekreasi dan kegunaan khusus lainnya.
Hutan kota lokasinya di perkotaan atau dekat kota. Hutan di perkotaan ini tidak memungkinkan berada dalam areal yang luas. Bentuknya juga tidak harus dalam bentuk blok, akan tetapi hutan kota dapat dibangun pada berbagai penggunaan lahan. Oleh karena itu diperlukan kriteria untuk menetapkan bentuk dan luasan hutan kota.
Kriteria penting yang dapat dipergunakan adalah kriteria lingkungan. Hal ini berkaitan dengan manfaat penting hutan kota berupa manfaat lingkungan yang terdiri atas konservasi mikroklimat, keindahan, serta konservasi flora dan kehidupan liar.

Berdasarkan letaknya, hutan kota dapat dibagi menjadi lima kelas yaitu :
  1. Hutan Kota Pemukiman, yaitu pembangunan hutan kota yang bertujuan untuk membantu menciptakan lingkungan yang nyaman dan menambah keindahan dan dapat menangkal pengaruh polusi kota terutama polusi udara yang diakibatkan oleh adanya kendaraan bermotor yang terus meningkat dan lain sebagainya di wilayah pemukiman.
  2. Hutan Kota Industri, berperan sebagai penangkal polutan yang berasal dari limbah yang dihasilkan oleh kegiatan-kegiatan perindustrian, antara lain limbah padat, cair, maupun gas.
  3. Hutan Kota Wisata/Rekreasi, berperan sebagai sarana untuk memenuhi kebutuhan rekreasi bagi masyarakat kota yang dilengkapi dengan sarana bermain untuk anak-anak atau remaja, tempat peristirahatan, perlindungan dari polutan berupa gas, debu dan udara, serta merupakan tempat produksi oksigen.
  4. Hutan Kota Konservasi, hutan kota ini mengandung arti penting untuk mencegah kerusakan, memberi perlindungan serta pelestarian terhadap objek tertentu, baik flora maupun faunanya di alam.
  5. Hutan Kota Pusat Kegiatan, hutan kota ini berperan untuk meningkatkan kenyamanan, keindahan, dan produksi oksigen di pusat-pusat kegiatan seperti pasar, terminal, perkantoran, pertokoan dan lain sebagainya. Di samping itu hutan kota juga berperan sebagai jalur hijau di pinggir jalan yang berlalu lintas padat (Irwan, 1997).

Mengenai luasan dan persentase adalah bahwa luas hutan kota dalam suatu hamparan yang kompak paling sedikit 0,25 (dua puluh lima per seratus) hektar (pasal 8 ayat 2), sedangkan mengenai persentase luas hutan kota paling sedikit 10 % (sepuluh per seratus) dari wilayah perkotaan dan atau disesuaikan dengan kondisi setempat (pasal 8 ayat 3) (PP No. 63 tahun 2002).

Secara umum bentuk hutan kota adalah :
  1. Jalur Hijau. Jalur Hijau berupa peneduh jalan raya, jalur hijau di bawah kawat listrik, di tepi jalan kereta api, di tepi sungai, di tepi jalan bebas hambatan.
  2. Taman Kota. Taman Kota diartikan sebagai tanaman yang ditanam dan ditata sedemikian rupa, baik sebagian maupun semuanya hasil rekayasa manusia, untuk mendapatkan komposisi tertentu yang indah.
  3. Kebun dan Halaman. Jenis tanaman yang ditanam di kebun dan halaman biasanya dari jenis yang dapat menghasilkan buah.
  4. Kebun Raya, Hutan Raya, dan Kebun Binatang. Kebun raya, hutan raya dan kebun binatang dapat dimasukkan ke dalam salah satu bentuk hutan kota. Tanaman dapat berasal dari daerah setempat, maupun dari daerah lain baik dalam negeri maupun luar negeri.
  5. Hutan Lindung, daerah dengan lereng yang curam harus dijadikan kawasan hutan karena rawan longsor. Demikian pula dengan daerah pantai yang rawan akan abrasi air laut (Dahlan, 1992).