Selasa, 27 Juli 2010

Mahalnya biaya sekolah dibalik program peningkatan mutu pendidikan

Lima tujuan dari grand desain dan strategi pendidikan :
  1. Akses ketenaga kerjaan ke seluruh wilayah
  2. Pembangunan infrastruktur gedung
  3. Mutu lembaga pendidikan
  4. Kualitas guru dan para dosen 
  5. Out put dunia pendidikan.
hingga saat ini belum ada informasi yang berimbang tentang pendidikan baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Pada akhirnya data versi pemerintah yang dijadikan bahan baku perencanaan strategis pendidikan nasional pada tahun-tahun berikutnya. Rakyat miskin akan tetap merasakan mahalnya biaya pendidikan.
Elemen rakyat yang peduli terhadap pendidikan kesulitan untuk mengetahui seberapa besar tingkat partipasi pendidikan rakyat, akses terhadap pendidikan, pengetahuan tentang kualitas pendidikan, biaya pendidikan, persepsi orang tua tentang pendidikan, partisipasi orang tua dalam tata kelola pendidikan dan proses pembelajaran anak secara nasional.
Padahal secara kasat mata, beberapa hari belakangan ini betapa maraknya ketidakadilan pendidikan, khususnya menjelang tahun ajaran baru 2010/2011.
Semakin santer saja isu biaya pendidikan yang semakin mahal. Parahnya, mahalnya biaya pendidikan tidak hanya berlaku pada satu jenjang pendidikan saja. Dari jenjang perguruan tinggi sampai sekolah dasar pun sudah berlaku. Seolah tidak ada lagi kontrol yang tegas dari pihak-pihak yang mengaku peduli terhadap masa depan anak bangsa. Ini ibarat penomena gunung es yang tidak transparan.
Banyak orang tua siswa yang mengeluh dan merasa berat, apa lagi kalau diberlakukan sekolah bertaraf internasional yang syaratnya harus mandiri keuangan dan kurikulum

Selasa, 20 Juli 2010

Membangun rumah sehat dengan pemilihan material yang tepat

Rumah Sehat adalah bangunan rumah tinggal yang memenuhi syarat kesehatan minimal, yaitu :
  • Rumah yang memiliki jamban yang sehat
  • Sarana air bersih
  • Tempat pembuangan sampah
  • Sarana pembuangan air limbah
  • Ventilasi rumah yang baik
  • Kepadatan hunian rumah yang sesuai
  • Lantai rumah yang tidak terbuat dari tanah
  • Konstruksi bangunan minimal yang diperbolehkan ( tahan gempa )
Membangun rumah yang sehat, tidak harus mewah dan mahal.
Membangun rumah sehat di Indonesia yang beriklim tropis lembab, memerlukan pemilihan bahan bangunan dan detil desain bangunan yang tepat.
Bahan bangunan yang dipilih tidak harus mewah, mahal atau bahan impor. Justru pemakaian bahan yang tepat guna, sesuai dengan permasalahan iklim tropis dan penanggulangannya, merupakan dasar yang penting untuk membangun rumah sehat.
Kriteria Bahan Bangunan secara umum
Bahan bangunan dari alam
  • Anorganik = batu alam, tanah liat, tras dsb. batu kali, kerikil, pasir, kapur, tras
  • Organik = kayu, bambu, dedaunan, serat, rumput dsb. bermacam-maacam kayu, bambu, rumbia, jiuk, alang-alang
Bahan bangunan buatan
  • bahan yang dibakar = batu merah, genting
  • Bahan yang dilebur = kaca
  • Bahan yang dikempa/diperes = conblock, batako
  • Bahan kimia dan petrokimia = plastik, bitumen, kertas, cat
Bahan bangunan logam
  • logam mulia emas, perak
  • Logam setengah mulia air raksa, nikel, kobalt logam besi besi, baja 
  • Logam non-besi aluminium, kuningan, perunggu
Bahan bangunan alam yang tradisional seperti batu alam, kayu, bambu, tanah liat, dan sebagainya tidak mengandung zat kimia yang mengganggu kesehatan. Lain halnya dengan bahan bangunan modern seperti tegel keramik, pipa plastik, cat-cat yang beraneka macam warnanya, perekat, dan sebagainya. Siapa yang mengetahui proses pembuatan dan campuran bahan mentahnya?
  • Bahan Bahan bangunan yang dapat dibudidayakan kembali = kayu, bambu, rotan, rumbia, serabut kelapa, ijuk, kulit kayu, kapas, kapok, wol
  • Bahan bangunan alam yang dapat digunakan kembali = tanah, tanah liat, lempung, tras, kapur, batu kali, batu alam
  • Bahan bangunan buatan yang dapat didaur ulang = limbah, potongan, sampah, ampas, bahan bungkusan (kaleng, botol), mobil bekas
  • Bahan bangunan yang mengalami perubahan transformasi sederhana = batu merah, conblock, batako, genting, buis beton, semen, beton tanpa tulangan
  • Bahan bangunan yang mengalami beberapa tingkat perubahan transformasi = plastik, damar epoksi, produk petrokimia yang lain,
  • Bahan bangunan komposit = beton bertulang, pelat serat semen, cat kimia, perekat
Hampir setiap bahan bangunan dapat menyalurkan dan menyimpan kelembapan dalam bentuk air maupun uap. Kemampuan ini tergantung terutama pada struktur pori-pori (jenis, bentuk, dan ukuran pori tersebut). Selanjutnya harus dibedakan antara bahan bangunan yang mengisap air (higroskopis) dan yang menolak air.
Makin kecil pori-pori bahan bangunan makin besar daya mengisap air, dan makin besar pori-pori makin mudah dapat diisi dengan air. Hal ini berarti bahwa air bisa masuk ke dalam bahan bangunan melalui gravitasi (misalnya oleh atap yang bocor), oleh tekanan angin (misalnya pada tepi dinding atau atap yang terekena angin kencang), oleh kapilaritas (pada retak plesteran dinding atau kelembapan tanah yang melalui trasraam yang tidak kedap air).
Bahan bangunan yang higroskopis (misalnya batu merah) kadang-kadang dapat mengikat banyak air. Satu m2 dinding batu merah yang diplester kedua sisinya mengikat rata-rata 66 liter air.
contoh :
Jumlah air yang digunakan untuk membangun sebuah rumah biasa (seluas 36 m2) ialah sekitar 28'000 liter ( tergantung kondisi batu bata yang dipakai ) yang harus menguap sebelum rumah tersebut dapat dianggap kering dan sehat untuk dihuni. Waktu penguapan air tersebut tergantung pada cara membangun, iklim, ventilasi, dan kelembapan udara setempat.
Kelebihan kelembapan apapun dalam iklim tropis lembap, akan menumbuhkan cendawan kelabu (aspergillus) yang mempengaruhi kesehatan penghuni karena mengakibatkan alergi bronkitis dan asma.

Seperti telah diuraikan, bahan bangunan selalu membutuhkan sumber alam dan energi tidak terbarukan. Oleh karena itu bahan bangunan harus dipilih dengan saksama dan kebutuhan energi tersebut, kerusakan yang eksploitasinya berakibat pada alam, pembuangan yang mencemari tanah harus dipertimbangkan.
Masalah padatnya penduduk dan ketidak pedulian terhadap lingkungan alam mengakibatkan kemerosotan dan kerusakan lingkungan alam kita yang makin parah. Berhubungan dengan hal di atas, maka para perencana harus bertanggungjawab secara moral terhadap kerusakan alam baik oleh kegiatan pembangunan maupun oleh penggunaan energi yang tidak dapat diperbarui.

Semoga bermanfaat.....!
Terima kasih..........!

Kamis, 15 Juli 2010

Site Map

Loading...

Konsep design bangunan tahan gempa secara struktural

Dalam merancang bangunan tahan gempa ada tiga hal penting yang harus dilakukan :
  • Tersusun dengan baik
  • Dirancang dengan baik
  • Dibangun dengan baik
Ketiga unsur diatas amatlah penting. Jika susunan gedung tidak tepat maka beban terhadap struktur akan meningkat. Hal ini akan menumbulkan kelemahan kualitas struktur bangunan.

Rancangan gedung dengan konsep struktur simetri
  • Elemen-elemen penahan beban seismis sebaiknya disusun secara simetris.
  • Pentingnya susunan yang simetris berbanding lurus dengan tingginya gedung. 
  • Elemen yang penting untuk menahan beban seismis ( contoh: tembok, kerangka struktur beton / baja ) sebaiknya disebar secara simetris dan teratur menghadap ke dua arah dasar gedung.
  • Tembok dan kerangka sebaiknya dipasang di batas pinggir bangunan. Jika semua elemen tersebut dipusatkan pada satu lokasi, maka elemen-elemen tersebut akan mengakibatkan puntiran pada bangunan; dan puntiran ini bisa mengakibatkan runtuhnya gedung. 
  • Konsep rancangan simetri sebaiknya diupayakan pada kedua arah orthogonal. Ketika membangun gedung berbentuk “L”, "H" atau “U”, rancangan denah gedung sebaiknya dibuat dengan rasio panjang-lebar kurang dari 1 banding 3. Jika ini tak memungkinkan karena adanya tuntutan design arsitektur, maka sebaiknya sayap gedung dijadikan bangunan terpisah secara struktural ( melakukan dilatasi = pemisahan  bangunan secara struktural )
  • Asimetri vertical juga sangat penting untuk dihindari jika membangun gedung lebih tinggi dari satu lantai. Elemen penahan beban lateral utama harus tersusun secara konsisten dari bawah sampai atas gedung. Hindarilah perubahan berat jenis diantara lantai ( perbedaannya sebaiknya dibawah 50% ), dan juga hindarilah perubahan kekakuan lateral.
 
 Pemisahan bangunan ini hanya terjadi pada bagian struktur bangunan,
sehingga saat terjadi gempa distribusi tekanan tidak akan mempengaruhi
bagian bangunan lainnya

Contoh terjadinya kerusakan akibat gempa pada bagian pertemuan bangunan
bila design dilakukan tanpa pemisahan struktur / dilatasi

Pertimbangan Lain dalam Merancang Bangunan
Daya tahan terhadap gempa bukanlah satu-satunya hal yang harus dipertimbangkan oleh seorang  perancang bangunan. Hal-hal dibawah ini juga harus dipertimbangkan. 
  1. Defleksi, termasuk defleksi yang diakibatkan pergantian suhu dan gerakan gerakan lain. 
  2. Daya tahan terhadap api; perlindungan terhadap petir. 
  3. Daya Tahan terhadap cuaca; pengendalian tingakt air permukaan. 
  4. Daya tahan (termasuk terhadap serangan serangga) / stabilitas bahan bangunan 
  5. Proses pembangunan dan kecepatan pembangunan. 
  6. Daya tahan bangunan terhadap waktu. 
  7. Rancangan khusus untuk daerah tropis. 
  8. Insulasi buat mengendalikan suhu; ventilasi, dan efisiensi energi. 
  9. Cahaya alami 
  10. system saluran pipa. 
  11. Keamanan, keleluasaan pribadi penghuni, insulasi akustik seiring dengan budaya, agama, dan tradisi local. 
  12. Estetika 
  13. Adanya bahan baku yang memadai. 
  14. Adanya tenaga buruh.
Terima kasih...!
Semoga bermanfaat..!

Rabu, 14 Juli 2010

Mengenal profil kusen aluminum dan rangka daun pintu jendela aluminium

Dalam bidang konstruksi bangunan dewasa ini aluminium telah banyak digunakan sebagai bahan konstruksi khususnya untuk bangunan gedung. 
Bahan konstruksi bangunan gedung dari aluminium tersebut antara lain :
  • berbentuk batangan dengan berbagai macam profil penampang. Setiap batangnya tersedia dengan panjang 6 meter, bentuk dan ukuran profil sangat bervariasi secuai dengan kegunaannya dalam konstruksi antara lain ; profil-profil batang untuk kusen, profil-profil batang untuk rangka daun pintu, untuk konstruksi kusen dan daun jendela, untuk tiang / rangka dinding partisi (penyekat ruang), untuk Rolling door, untuk Folding gate, dan sebagainya.
  • berbentuk pita / pelat tipis dengan lebar tertentu ( missal ± 30 mm ) tersedia dalam bentuk gulungan ( rol ), biasanya untuk bahan awning dan krei.
  • juga bentuk-bentuk profil khusus seperti Handle daun pintu dan profil profil khusus lainnya.
Berikut ini contoh-contoh bentuk profil penampang batang aluminium secara umum untuk berbagai jenis konstruksi ( khusus untuk kusen dan rangka daun pintu jendela )

Terima kasih...
Semoga bermanfaat...!

Sumber :
Modul keahlian teknik bangunan SMK Departemen Pendidikan Nasional th. 2002 dengan judul “Membuat Sambungan Batang Aluminium Dengan Paku Keling Rivet dan Baut Sekerup”

Penggunaan bambu sebagai sarana instalasi air bersih tradisional

Untuk daerah tropis seperti Indonesia, sebuah keluarga akan membutuhan puluhan liter air bersih per hari untuk minum, membasuh mulut, mencuci, dan memasak, dan kebutuhan yang lain. Dalam sebulan akan dibutuhkan beribu ribu liter air bersih untuk keperluan lain seperti mandi, mencuci pakaian dan perabotan rumah tangga.
Untuk daerah pedesaan yang kering di musim kemarau pada waktu hujan hanya sedikit dan persediaan air dalam tanah menurun, akan sulit sekali untuk mendapatkan air yang bersih. Pada musin kemarau sumur menjadi kering, aliran sungai besar berubah menjadi kecil dengan air yang keruh, mengakibatkan timbulnya penyakit yang menuntut banyak korban. Di samping itu pada musim kemarau banyak waktu dan tenaga terbuang untuk mengambil air bersih, karena sumber air biasanya terletak jauh dari tempat tinggal.
Masalah kebutuhan air bersih dapat ditanggulangi dengan memanfaatkan sumber air dan air hujan. Menampung air hujan dari atap rumah adalah cara lain untuk memperoleh air. Cara yang cukup mudah ini kebanyakan masih diabaikan karena atap rumah yang terbuat dari daun rumbia atau alang-alang tidak memungkinkannya. Namun pada rumah yang beratap genteng atau seng bergelombang, hal ini dengan mudah dapat dilakukan dengan memasang talang air sepanjang sisi atap dan mengalirkan air hujan itu ke dalam tempat penyimpanan.
 
Ada 7 cara penyimpanan air yang biasa digunakan atau dipakai di daerah pedesaan di Indonesia. Ke-7 cara tersebut yaitu :
  1. Gentong penampungan air cara cetakan (Kapasitas 250 liter)
  2. Drum air cara kerangka kawat (Kapasitas 300 liter)
  3. Bak penampungan air bambu semen (Kapasitas 2.500 liter)
  4. Bak penampungan air bambu semen (Kapasitas 10.000 liter)
  5. Instalasi air bersih pipa bambu metode tradisional
  6. Instalasi air bersih pipa bambu sistem pengaliran tertutup
  7. Bak penampungan sumber air/mata air
Umumnya penyimpanan air yang digunakan adalah bak penampung yang dibuat dari drum, genteng dan bambu semen. 
Bahan ini digunakan karena : relatif murah, tahan lama, konstruksi kuat, mudah dibuat, bahan baku mudah didapat dan air yang ditampung tidak mudah tercemar.


Sumber : Buku Panduan Air dan Sanitasi, Pusat Informasi Wanita dalam Pembangunan PDII-LIPI  bekerjasama dengan Swiss Development Cooperation, Jakarta, 1991.

Terima kasih...
Semoga bermanfaat..!

Selasa, 06 Juli 2010

Metode uji beban loading test untuk test struktur beton

Uji pembebanan (load test) adalah merupakan suatu metode pengujian yang bersifat setengah merusak atau merusak secara keseluruhan komponen komponen bangunan yang diuji. Pengujian yang dimaksud dapat dilakukan dengan beberapa metode salah satu diantaranya adalah metode uji beban (Load Test).

Tujuan load test pada dasarnya adalah untuk membuktikan bahwa tingkat keamanan suatu struktur atau bagian struktur sudah memenuhi persyaratan peraturan bangunan yang ada, yang tujuannya untuk menjamin keselamatan umum. Oleh karena itu biasanya load test hanya dipusatkan pada bagian-bagian struktur yang dicurigai tidak memenuhi persyaratan tingkat keamanan berdasarkan data-data hasil pengujian material dan hasil pengamatan.

Uji pembebanan biasanya perlu dilakukan untuk kondisi-kondisi seperti berikut ini:
  1. Perhitungan analistis tidak memungkinkan dilakukan karena keterbatasan informasi detail dan geometri struktur.
  2. Kinerja struktur yang sudah menurun karena adanya penurunan kwalitas bahan, akibat serangan zat kimia, ataupun karena adanya kerusakan fisik yang dialami bagian-bagian struktur,akibat kebakaran, gempa, pembebanan yang berlebihan dan lain-lain.
  3. Tingkat keamanan struktur yang rendah akibat jeleknya kwalitas pelaksanaan ataupun akibat adanya kesalahan pada perencanaan yang sebelumnya tidak terdeteksi.
  4. Struktur direncanakan dengan metode-metode yang non-stardard, sehingga menimbulkan kekhawatiran mengenai tingkat keamanan struktur tersebut.
  5. Perubahan fungsi struktur, sehingga menimbulkan pembebanan tambahan yang belum diperhitungkan dalam perencanaan.
  6. Perlukannya pembuktian mengenai kinerja suatu struktur yang baru saja di renovasi karena ada perubahan fungsi bangunan.
Uji pembebanan dikategorikan dalam dua kelompok, yaitu :
  1. Pengujian ditempat ( in.situ ) yang biasanya bersifat non-destructive.
  2. Pengujian bagian-bagian struktur yang diambil dari struktur utamanya.  Pengujian biasanya dilakukan dilaboratorium dan sifat merusak.
Pemilihan jenis uji pembebanan ini tergantung pada situasi dan kondisi tetapi biasanya cara kedua dipilih jika cara pertama tidak praktis (tidak mungkin) untuk dilaksanakan. Selain itu pemilihan jenis pengujian bergantung pada tujuan diadakannya load test.
Kalau tujuannya hanya ingin mengetahui tingkat layanan struktur, maka pilihan pertama tentunya yang paling baik. Tetapi ingin mengetahu kekuatan batas dari suatu bagian struktur, yang nantinya akan digunakan sebagai kalibrasi untuk bagian-bagian struktur lainnya yang mempunyai kondisi yang sama, maka cara kedualah yang pilih.

1. Pengujian Pembebanan di tempat (In-Situ Load test)
Tujuan utama dari pembebanan adalah untuk mengetahui apakah bagian struktur pada saat diberi beban kerja (working load) memenuhi persyaratan banguan yang ada yang pada dasarnya dibuat agar keamanan masyarakat umum terjamin. Perilaku struktur tersebut dinilai berdasarkan pengukuran lendutan yang terjadi. Selain itu penampakan struktur pada saat retak-retak yang terjadi selama pengujian masih dalam batas-batas yang wajar
Bagian struktur yang akan memikul bagian struktur yang akan diuji dan beban ujinya juga harus dipertimbangkan/dilihat apakah kondisinya baik dan kuat Selain itu "scaffolding" juga harus dipersiapkan untuk mengantisipasi beban-beban yang timbul jika terjadi keruntuhan bagian struktur yang diuji.
Beban pengujian harus direncanakan sedemikian rupa sehingga bagian struktur yang dimaksud benar-benar mendapatkan beban yang sesuai dengan yang direncanakan. Hal ini kadang kala sulit direncanakan, terutama untuk pengujian struktur lantai. Hal ini dikarenakan adanya keterkaitan antara bagian struktur yang diuji dengan bagian struktur lain yang ada disekitarnya. Sehingga Timbul apa yang disebut pengaruh pembagian pembebanan ("Load sharing effect"). Pengaruh ini juga bisa ditimbulkan oleh elemen-elemen nonstruktual yang menempel pada lagian struktur yang akan diuji, sebagai contoh "ceiling board", Elemen non struktural ini dapat berfungsi mendistribusikan beban pada komponen-komponen struktur dibawahnya yang sebenarnya tidak saling berhubungan. 
Untuk menghindari terjadinya distribusi beban yang akan diinginkan maka bagian struktur yang akan diuji sebaiknya diisolasikan dari bagian struktur yang ada disekitarnya

2. Pengujian bagian-bagian struktur yang diambil dari struktur utamanya.  Pengujian biasanya dilakukan dilaboratorium dan sifat merusak.
Uji merusak biasanya ditempuh jika pengujian ditempat (in-situ) tidak mungkin dilakukan atau jika tujuan utama pengujian adalah mengetahui kapasitas suatu bagian struktur yang nantinya akan dijadikan sebagai acuan dalam menilai bagian-bagian struktur lainnya yang identik dengan bagian yang diuji. Pengujian jenis ini biasanya memakan waktu dan biaya yang besar, terutama untuk pemindahan dan penggantian bagian struktur yang akan diuji dilaboratorium. Namun, walaupun begitu hasil yang bisa diharapkan dari pengujian jenis ini tergolong sangat akurat dan informatif.