Minggu, 27 Juli 2014

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1435 H - Mohon Maaf Lahir Batin


Jangan terputus silaturahmi 
karena sepatah kata yang terucap tanpa
sengaja atau perbuatan yang tidak terencana. 
Mohon maaf atas segala kesalahan,

Selamat Hari Raya Idul Fitri 
Minal Aidzin Wal Faidzin,
Mohon Maaf Lahir Batin 


Sabtu, 07 Juni 2014

Masjid 2 Lantai Ukuran 28 m x 34 m dengan 1 Menara

tampak depan
tampak samping
denah lantai 1
denah lantai 2

Masjid 2 Lantai Ukuran 28 m x 34 m dengan 1 Menara ;
masih berupa konsep design.
semoga bisa bermanfaat...

Selasa, 03 Juni 2014

Keeping up with the blog is not the easiest task! However, I wanted to quickly share some of the projects I have been working on!  These conceptual boards help keep us on track and help the client to visualize what their space might feel like when we are finished! I am excited that a few projects will be finishing up with the next couple of weeks! Check Back--Pictures coming soon!











Rsni t 02-2005 Standar Pembebanan Untuk Jembatan

Standar Pembebanan untuk Jembatan dipersiapkan oleh Panitia Teknik Standardisasi Bidang Konstruksi dan Bangunan melalui Gugus Kerja Bidang Prasarana Transportasi Balai Jembatan dan Bangunan Pelengkap Jalan pada Sub Panitia Teknik Standarisasi Bidang Prasarana Transportasi.
Standar ini diprakarsai oleh Pusat Litbang Prasarana Transportasi, Badan Litbang Departemen Pekerjaan Umum eks. Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah.


Minggu, 25 Mei 2014

Denah Tangga dan Detail Penulangan Tangga Sederhana

Desain Arsitektur dan Konstruksi tangga bisa beragam dan bervariasi, disesuaikan dengan kondisi lahan, sisi estetika, kekuatan dan biaya yang dibutuhkan.

Contoh disain sederhana tangga untuk bangunan umum.







Semoga bermanfaat.....
bisa di rubah sesuai kebutuhan

Kamis, 17 April 2014

Dinding Pasangan Batu Bata dalam Konstruksi Bangunan

DINDING merupakan salah satu elemen bangunan yang membatasi satu ruang dengan ruang lainnya.
Fungsi :
  • Pembatas ruang luar dengan ruang dalam.
  • Penahan cahaya, angin, hujan,  debu, suara, dan lain-lain yang bersumber dari alam.
  • Pembatas antar ruang di dalam rumah.
  • Pemisah ruang yang bersifat pribadi dan ruang yang bersifat umum.
  • fungsi Arsitektur

Jenis Dinding
Dinding Struktural
Sebagai Struktur Bangunan (Bearing Wall).  Dinding ini berperan untuk  menopang atap dan sama sekali tidak menggunakan cor  beton untuk kolom (besi beton). Bahan Dinding Struktur yang biasa digunakan pada suatu bangunan adalah Batu Bata (Pada Zaman Dahulu). Konstruksinya 100% mengandalkan pasangan batu bata dan semen.

Dinding Non-Struktural
Dinding ini adalah dinding yang tidak menopang beban, hanya sebagai pembatas, apabila dinding dirobohkan maka bangunan tetap berdiri. Beberapa material dinding non-struktural di antaranya seperti  batu bata, batako, bata ringan, kayu, kaca, dll.

Dinding Partisi atau penyekat
Dinding penyekat adalah batas vertikal yang ada di dalam ruangan (interior), Bahan-bahan yang digunakan untuk dinding partisi ini diantaranya seperti  gypsum, papan kalsium, triplek, kaca, dll.

(+) Kelebihan Batu bata
  1. Batu bata merah kedap air sehingga jarang terjadi rembesan pada tembok.
  2. Keretakan relatif jarang terjadi.
  3. Kuat dan tahan lama karena batu bata tahan terhadap cuaca panas, cuaca dingan dan udara lembab.
  4. Penolak panas yang baik. Batu bata mampu membuat di dalam rumah terasa dingin walau diluar rumah cuaca panas.
  5. Warna yang unik. Pemilik rumah ada kalanya sengaja tidak menutup batu bata dengan semen dan cat, sebaliknya batu bata dibiarkan terekspos sehingga memberikan kesan alami pada rumah.
  6. Harganya Murah. Tanah liat yang merupakan bahan utama batu bata mudah didapat dan  persediaannya  cukup banyak.

(-) Kekurangan
  1. Waktu pemasangannya lebih lama dibandingkan  material  dinding bangunan yang lain.
  2. Jika proses pembakarannya kurang matang, bata mudah retak dan pecah
  3. Biaya lebih tinggi dari dinding batako

Kriteria Bata Berkualitas Baik
  • Batu bata  bebas dari retak atau cacat, dan dari batu dan benjolan apapun.
  • Batu bata harus seragam dalam ukuran, dengan sudut tajam dan tepi yang rata.
  • Permukaan harus benar dalam bentuk persegi panjang satu sama lain untuk  menjamin kerapian pekerjaan.
  • Mempunyai ukuran yang standart yaitu
          -  Panjang  240 mm, Lebar 115 mm dan Tebal 52 mm
          -  Panjang 230 mm, Lebar 110 mm dan Tebal 50 mm
  • Mempunyai kekuatan yang baik akan  memberikan suara dering jika diketok.
Jenis Pemasangan Dinding Batu Bata
Ada 3 Jenis Pemasangan Batu Bata Merah, yaitu :
  • Pasangan ½ batu: Pemasangan bata secara memanjang dengan lebar bata merah sebagai tebal dinding.
  • Pasangan 1 batu: Pasangan bata secara melintang dengan panjang bata sebagai tebal dinding.
  • Pasangan roolag: Pasangan bata secara miring melintang yang berfungsi sebagai pasangan resapan air dibagian paling bawah pasangan bata.
Teknik Pemasangan
  1. Pasangan batu bata untuk dinding - dinding luar pada bangunan umumnya dapat dipakai pasangan batu bata ½ batu.
  2. Dinding Pengisi dari pasangan bata ½ bata harus diperkuat dengan kolom praktis, sloof, rollag, dan ring balok yang berfungsi untuk mengikat pasangan bata dan menahan / menyalurkan beban struktural pada bangunan agar tidak mengenai pasangan dinding bata tsb.
  3. Campuran spesi pada pasangan tembok harus cukup kedap air agar tembok tidak mudah basah jika terkena air hujan. Dinding bata yang memerlukan campuran kedap air misalnya tembok pada kamar mandi, WC, tempat cuci, dan dapur,  spesi nya 1 PC : 2 PS, artinya 1 takaran semen dan 2 takaran pasir. Dinding  bata yang tdk memerlukan campuran kedap air, perbandingan spesi umumnya 1 PC : 3 PS : 10 KP.
  4. Perkuatan dinding batu bata  dengan kolom praktis. Kolom - kolom praktis merupakan bagian kerangka yang  membantu dan  memperkuat posisi dinding pasangan batu  bata, dan  pemasangan kolom ditempatkan pada sudut  pertemuan pasangan batu bata.
  5. Pasangan dan  penempatan kolom - kolom praktis yang  berukuran 13 x 13 atau  15 x 15 ditempatkan pada seluas bidang  dinding tembok  batu  bata  12 m2.  Jadi,  penampang kolom praktis  yang berukuran 15 x 15 cm itu ditempatkan penulangan / pembesian ø 4 -12 mm dan pemasangan sengkang / cincinnya  dengan ø 6 - 20 cm dan terpasang pada dinding bata  dengan jarak 3 - 4 m
  6. Untuk penempatan Kusen di bagian atas dari ambang atas kusen dipasangkan batu  bata  berdiri atau  disebut sebagai  rollag dengan adukan menggunakan perbandingan 1 PC: 2 Ps atau dipasang balok latai 15/20 atau 13/20 dengan tujuan agar kusen tidak menerima beban dari dinding diatasnya.

Jumat, 28 Maret 2014