Minggu, 27 Februari 2011

Bentuk konstruksi kuda kuda berdasar lebar bentang

Konstruksi kuda-kuda adalah susunan rangka batang yang berfungsi mendukung beban atap termasuk juga beratnya sendiri, sekaligus dapat memberikan bentuk pada atap.
Kuda-kuda
merupakan penyangga utama pada struktur atap. Struktur ini termasuk dalam klasifikasi struktur framework (truss), secara umumnya kuda - kuda terbuat dari kayu, bambu, baja, dan beton bertulang.

  • Kuda - kuda kayu digunakan sebagai pendukung atap dengan bentang maksimal sekitar 12 m. Kuda - kuda bambu pada umumnya mampu mendukung beban atap sampai dengan 10 meter
  • kuda - kuda baja sebagai pendukung atap, dengan sistem frame work atau lengkung dapat mendukung beban atap sampai dengan bentang 75 meter, seperti pada hanggar pesawat, stadion olah raga, bangunan pabrik, dll.
  • Kuda - kuda dari beton bertulang dapat digunakan pada atap dengan bentang sekitar 10 hingga 12 meter.
  • Pada kuda - kuda dari baja atau kayu diperlukan ikatan angin untuk memperkaku struktur kuda-kuda pada arah horisontal.
Pada dasarnya konstruksi kuda - kuda terdiri dari rangkaian batang yang selalu membentuk segitiga. Dengan mempertimbangkan berat atap serta bahan dan bentuk penutupnya, maka konstruksi kuda - kuda satu sama lain akan berbeda, tetapi setiap susunan rangka batang harus merupakan satu kesatuan bentuk yang kokoh yang nantinya mampu memikul beban yang bekerja tanpa mengalami perubahan.

Kuda-kuda diletakkan diatas dua struktur beton/baja selaku tumpuannya. Perlu diperhatikan bahwa tembok diusahakan tidak menerima gaya horisontal maupun momen, karena tembok hanya mampu menerima beban vertikal saja ( dalam perhitungan struktur tembok tidak diperhitungkan sebagai penerima beban tapi hanya sebagai beban )
Beban-beban yang dihitung adalah :

  1. Beban mati ( yaitu berat penutup atap, reng, usuk, gording, kuda - kuda, plafon termasuk instalasi listrik, air bersih/air kotor dan instalasi lain yang berada diatas plafon dengan posisi menggantung )
  2. Beban hidup ( angin, air hujan, orang pada saat memasang/memperbaiki atap ).
Kuda - kuda berdasarkan bentang kuda-kuda dan jenis bahannya :
Bentang 3-4 Meter

Digunakan pada bangunan rumah bentang sekitar 3 s.d. 4 meter, bahannya dari kayu, atau beton bertulang.
Bentang 4-8 Mater
Untuk bentang sekitar 4 s.d. 8 meter, bahan dari kayu atau beton bertulang. 

 Bentang 9-16 Meter
Untuk bentang 9 s.d. 16 meter, bahan dari baja (double angle).
Bentang 20 Meter
Bentang maksimal sekitar 20 m, Bahan dari baja (double angle) dan Kuda-kuda atap sebagai loteng, Bahan dari kayu
Kuda-Kuda Baja Profil Siku
Kuda-Kuda Gabel Profil WF


Untuk bentang lebih dari 9 m disarankan menggunakan tenaga ahli dalam menentukan dimensi material yang digunakan.

Jumat, 11 Februari 2011

setting profil pada blogger sebagai media promosi blog

Mempublikasikan blog bukan sekedar blogwalking, follow blog lain dan kasih komentar pada blog / website lain tapi yang perlu adalah identitas yang kita tinggalkan pada media tersebut.

Pada beberapa kasus ada beberapa teman blogger yang mungkin lupa, disengaja atau tidak tahu banyak yang tidak melakukan setting yang komunikatif pada profil blogger mereka, sehingga waktu melakukan follow pada blog lain dan pada saat dilihat profil-nya tidak nampak identitas blog mereka, tentu ini akan sangat merugikan karena dengan kita menampilkan identitas blog kita akan bisa menambah traffick apabila ada yang melihat profil kita lewat follower widget.
untuk melakukan setting profil blogger ikuti cara2 berikut :
  1. Login blogger.com
  2. Masuk ke menu edit Profil
  3.  
  4. Lihat tampilan berikut ; masuk ke item "select blogs to display", ini adalah item untuk memilih blog mana yang akan kita tampilkan pada profil kita.
Simpan setting dan kembali ke dasboard ----->
lihat tampilan profil kamu untuk memastikan sudah sesuai dengan harapan.
Untuk setting yang lain disesuaikan dengan kebutuhan.
Met mencoba semoga sedikit tulisan ini bisa bermanfaat.

Selasa, 01 Februari 2011

Menampilkan daftar isi pada label tertentu

Menampilkan daftar isi sebuah blog merupakan sebuah kebutuhan agar pembaca dapat memperoleh informasi apa yang kita sajikan dengan mudah, tapi dalam beberapa hal ini juga merupakan sebuah dilema karena dengan banyaknya artikel yang kita muat akan membuat loading saat membuka blog cukup lama sehingga bisa mengganggu kenyamanan pengunjung.
Ada beberapa cara untuk menampilkan isi blog diantaranya adalah :
  • Recent Post ( artikel terbaru )
  • Top Posting ( artikel populer )
  • Random Post ( artikel acak )
  • Membuat Daftar Isi
  • Related Post, etc
Sekarang kita akan mencoba membahas mengenai daftar isi dengan menampilkan hanya sebagian berdasar label posting.
untuk lebih jelasnya ikuti langkah berikut :
  1. Klik Page Element
  2. Klik Add Gadget
  3.   AddGadget
  4. Klik plus button (+) for HTML/JavaScript. (img)

    HTML
  5. Copy and paste kode dibawah ini

<script style="text/javascript">
var numposts = 500;
var standardstyling = true;
</script>

<script type='text/javascript' src='http://hdesign-code.googlecode.com/files/label-post.js'></script>

<h3>Arsitektur</h3>
<ul>
<script src="http://kibagus-homedesign.blogspot.com/feeds/posts/default/-/Arsitektur?orderby=published&alt=json-in-script&callback=showrecentposts&max-results=100"></script>
</ul>
<br />

<h3>Rumah Adat</h3>
<ul>
<script src="http://kibagus-homedesign.blogspot.com/feeds/posts/default/-/Rumah%20adat?orderby=published&alt=json-in-script&callback=showrecentposts&max-results=100"></script>
</ul>


Keterangan :
  • <h3>Arsitektur</h3> = judul label posting yang dimaksud ( sesuai dengan label artikel yang ingin ditampilkan )
  •  http://kibagus-homedesign.blogspot.com/feeds/posts/default/-/Arsitektur = alamat URL dan label artikel yang dimaksud ( ganti dengan alamat blog dan nama label = warna hijau )
  • Untuk menampilkan lebih dari 3 label tinggal tambahkan kode pada bagian bawah, sesuai dengan kebutuhan.
Tips :
  • Penggunaan daftar isi jenis ini harus di ikuti dengan pengaturan jenis label yang kita gunakan jangan sampai kita menggunakan label sebuah artikel dengan lebih dari 1 label karena pada tampilan daftar isi akan muncul judul artikel yang sama pada label yang berbeda.
  • Tampilkan hanya beberapa jenis label yang utama.

Senin, 31 Januari 2011

Membuat widgets daftar isi otomatis versi 2

Membuat daftar isi blog merupakan hal yang bisa kita lakukan untuk menampilan isi posting dalam blog secara lengkap dan juga bisa memudahkan pembaca untuk mengakses isi blog yang ada.

Sekarang kita akan mencoba membuat daftar isi yang menampilkan isi posting secara keseluruhan yang terbagi dalam label posting secara otomatis dalam bentuk yang berbeda. ini merupakan alternatif membuat daftar isi disamping posting membuat daftar isi otomatis dan Menampilan seluruh posting dalam satu widgets daftar isi otomatis yang dibahas beberapa waktu yang lalu.
Langkah Pertama
  1. Klik Page Element
  2. Klik Add Gadget
  3.   AddGadget
  4. Klik plus button (+) for HTML/JavaScript. (img)

    HTML
  5. Copy and paste kode dibawah ini

<div style="background: transparent url(#) no-repeat scroll 0 0; border:1px solid white; height:300px; overflow:auto; width:95%;">
<div id="cl_option">
Loading... </div>
<div id="cl_content_list">
</div>
<script type="text/javascript">
var jumlah_kata_dalam_ringkasan = 200;
</script>
<script src="http://sites.google.com/site/kibagusnet/x-design/Daftarisi-hdx.js">

</script>
<script src="http://blog kamu.blogspot.com/feeds/posts/default?alt=json-in-script&amp;callback=onLoadFeed&amp;max-results=500">

</script></div>

Keterangan :
Kode Warna lime :
kode transparent menunjukan warna netral ( menggunakan warna dasar blog ) ganti dengan kode warna sesuai kebutuhan, Url(#) kode # berarti tidak menggunakan background image, bila ingin menggunakan image ganti dengan alamat URL image yang akan dipasang
width:95%, lebar widgets diatur secara otomatis menyesuaikan lebar kolom, ganti 100px bila ingin diatur secara manual, angka 100 menunjukan lebar widgets ( ganti sesuai kebutuhan )
height:400px, tinggi widgets angka 400 menunjukan tinggi widgets ( ganti sesuai kebutuhan )

Kode warna merah :
Alamat feed url blog kamu.

Simpan dan lihat hasilnya..      CONTOH PENGGUNAAN..!
Semoga bermanfaat..!
Terima kasih..!

Kamis, 27 Januari 2011

Menentukan biaya keuntungan kontraktor pada rencana anggaran biaya pekerjaan

Pembangunan infrastruktur saat ini begitu pesat. Namun, pembangunan itu sepertinya tidak terencana secara profesional sebab tampaknya asal hantam kromo tanpa memperhatikan kualitas.
Kontraktor bukan tak bisa bekerja profesional dan berkualitas, tetapi faktor biaya birokrasinya yang tinggi. Semua biaya yang dikeluarkan rekanan, dibebankan terhadap pagu pekerjaan. Dengan membebankan cost kepada pagu pekerjaan, tentu kualitas menjadi taruhannya.
Sudah menjadi rahasia umum bahwa kontraktor mendapatkan proyek APBD dengan upaya berbagai pendekatan sehingga pekerjaan bisa didapat. Pendekatan rekanan terhadap pejabat tidak bisa dengan tangan hampa. Maklum saja tradisi itu sudah demikian dan harus diikuti, jika tidak tentu akan ketinggalan kereta.
Dengan tradisi demikian, tentu saja cost rekanan bertambah dan belum lagi saat melaksanakan pekerjaan di lapangan. Semua cost yang dikeluarkan rekanan sejak melakukan pendekatan untuk mendapatkan pekerjaan hingga pelaksaan di lapangan dibebankan kepada pagu anggaran pekerjaan, tentu solusinya kualitas pekerjaan dikurangi ditambah lagi adanya kontraktor nakal yang berorientasi hanya pada keuntungan tanpa perduli dengan kualitas pekerjaan.
Bagaimana dengan analisa harga satuan yang ada sekarang ?
Apakah sudah memasukkan biaya keuntungan dan over head dari pelaksana ?

Dasar Perhitungan indeks bahan bangunan dan upah kerja berdasar SNI 2007
Perhitungan harga satuan pekerjaan konstruksi, yang dijabarkan dalam perkalian indeks bahan bangunan dan upah kerja dengan harga bahan bangunan dan standar pengupahan pekerja, untuk menyelesaikan per-satuan pekerjaan konstruksi
Persyaratan umum dalam perhitungan harga satuan: 
  • Perhitungan harga satuan pekerjaan berlaku untuk seluruh wilayah Indonesia, berdasarkan harga bahan dan upah kerja sesuai dengan kondisi setempat; 
  • Spesifikasi dan cara pengerjaan setiap jenis pekerjaan disesuaikan dengan standar spesifikasi teknis pekerjaan yang telah dibakukan.
Persyaratan teknis dalam perhitungan harga satuan pekerjaan:
  • Pelaksanaan perhitungan satuan pekerjaan harus didasarkan pada gambar teknis dan rencana kerja serta syarat-syarat (RKS);
  • Perhitungan indeks bahan telah ditambahkan toleransi sebesar 5%-20%, dimana di dalamnya termasuk angka susut, yang besarnya tergantung dari jenis bahan dan komposisi adukan;
  • Jam kerja efektif untuk tenaga kerja diperhitungkan 5 jam per-hari.
Kalau kita cermati teryata pada SNI tidak mencantumkan adanya nilai indeks keuntungan dan overhead dari pelaksana tentu ini akan menimbukan adanya pengelembungan harga bahan untuk menutup biaya operasional dari pelaksana dan adanya biaya birokrasi yang tidak murah.
Dalam PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA  NOMOR  54  TAHUN  2010 TENTANG PENGADAAN BARANG/JASA PEMERINTAH diatur adanya nilai keuntungan dan biaya overhead dari pelaksana walaupun tidak secara spesifik dinyatakan besaran dari nilai yang dimaksud.
Penjelasan perpres 54_2010 Pasal 66
Ayat (1)
Cukup jelas.
Ayat (2)
Cukup jelas.

Ayat (3) Nilai total HPS bersifat terbuka dan tidak rahasia.
...........Yang dimaksud dengan nilai total HPS adalah hasil perhitungan seluruh volume pekerjaan dikalikan dengan Harga Satuan ditambah dengan seluruh beban pajak dan keuntungan. Rincian Harga Satuan dalamperhitungan HPS bersifat rahasia.
Ayat (4)
Cukup jelas.
Ayat (5)
Huruf a
Cukup jelas.

Huruf b alat untuk menilai kewajaran penawaran termasuk rinciannya;
...............Batas tertinggi penawaran tersebut termasuk biaya overhead yang meliputi antara lain biaya keselamatan dan kesehatan kerja, keuntungan dan beban pajak.
Huruf c
Cukup jelas.
Ayat (6)
Cukup jelas
Ayat (7)
Huruf a
Cukup jelas
Huruf b
Cukup jelas
Huruf c
Cukup jelas
Huruf d
Cukup jelas
Huruf e
Cukup jelas
Huruf f
Cukup jelas
Huruf g
Cukup jelas

Huruf h norma indeks; dan/atau
....................Norma indeks merupakan rentang nilai harga terendah dan harga tertinggi dari suatu Barang/Jasa yang diterbitkan oleh instansi teknis terkait atau Pemerintah Daerah setempat.
Huruf i
Cukup jelas

Ayat (8) HPS disusun dengan memperhitungkan keuntungan dan biaya overhead yang dianggap wajar.
...................Contoh keuntungan dan biaya overhead yang wajar untuk Pekerjaan Konstruksi maksimal 15% (lima belas perseratus).
Dari uraian diatas kita bisa tarik kesimpulan bahwa nilai keuntungan dan biaya overhead dari kontraktor bisa dimasukkan 0% s/d 15% dari nilai fisik pekerjaan, walaupun sebenarnya nilai tersebut harus dikaji lebih jauh agar mencapai angka yang proporsional sesuai dengan jenis dan tingkat kesulitan dari pekerjaan yang dimaksud.

Konstruksi sambungan tiang rangka joglo bagian atas

 
Sambungan konstruksi susunan tiang rangka joglo bagian atas berupa sistem cathokan dan sistem purus. Sistem purus merupakan sistem konstruksi knockdown berupa tonjolan dan lubang yang saling terkaitkan / saling mengunci satu sama lain.
Sedangkan cara mendirikan tiang pada lantai dapat dilakukan dengan :
  • Sistem purus dengan umpak (ompak / bebatur).
  • Sistem ceblokan tanpa umpak.

Sistem sambungan tiang / saka pada umpak pada dasarnya juga berupa sistem purus (sistem yang sama seperti yang digunakan pada sambungan ander dan sunduk). Kata ‘purus’ secara harafiah berarti alat kelamin pria. Purus dipandang sebagai lambang laki-laki / pria, sementara umpak-nya dipandang sebagai lambang wanita. Jadi konstruksi purus ini mengandung makna serupa seperti metafora lingga-yoni (Tjahjono 1989 : 122).
Sistem konstruksi purus ini memudahkan ketika bangunan akan dibongkar untuk dipindahkan. Dalam tradisi Jawa memang dikenal istilah ‘bedhol-omah’ yaitu membongkar rumah untuk kemudian dipindahkan ke lokasi lain (Dakung, 1982: 211).
Pada sistem ceblokan tiang ditanam langsung ke lantai. Sebagai tumpuan tiang, pada bagian dasar lubang diberi alas batu. Bagian tiang yang masuk ke dalam lantai biasanya terlebih dulu dibungkus dengan tali ijuk agar tidak mudah lapuk / keropos.
Selain dinding dan tiang, pembahasan elemen vertikal penyusun ruang juga meliputi bukaan seperti pintu, jendela. Pintu dan jendela dalam desain Jawa digolongkan secara sederhana berdasarkan jumlah daun pintu / daun jendelanya. 
Adapun jenis-jenis beserta konstruksinya dapat dilihat pada gambar dibawah ini.


Kusen pintu pada umumnya terbuat dari bahan kayu, namun terkadang ada yang menggunakan bahan bambu. Khusus untuk pintu depan omah-njero, di bagian bawah pintu biasanya terdapat balok yang melintang di lantai. Balok ini menimbulkan kesan pembatasan yang kuat antara bagian luar dan bagian dalam rumah. Mereka yang bertamu harus melangkah dengan hati-hati ketika memasuki omah.

Minggu, 23 Januari 2011

Konstruksi joglo rumah adat jawa tengah

Berdasarkan bentuk keseluruhan tampilan dan bentuk kerangka, bangunan joglo dapat dibedakan menjadi 4 bagian :
  • Muda (Nom) : Joglo yang bentuk tampilannya cenderung memanjang dan meninggi (melar).
  • Tua (Tuwa) : Joglo yang bentuk tampilannya cenderung pendek (tidak memanjang) dan atapnya tidak tegak / cenderung rebah (nadhah).
  • Laki-laki (lanangan) : Joglo yang terlihat kokoh karena rangkanya relatif tebal.
  • Perempuan (wadon / padaringan kebak) : Joglo yang rangkanya relatif tipis / pipih.
Di bagian tengah pendapa terdapat empat tiang utama yang dinamakan sakaguru. Ukurannya harus lebih tinggi dan lebih besar dari tiang-tiang / saka-saka yang lain. Di kedua ujung tiang-tiang ini terdapat ornamen / ukiran.

Bagian atas sakaguru saling dihubungkan oleh penyambung / penghubung yang dinamakan tumpang dan sunduk. Posisi tumpang di atas sunduk.
Dalam bahasa Jawa, kata “sunduk” itu sendiri berarti “penusuk”.

Di bagian paling atas tiang sakaguru inilah biasanya terdapat beberapa lapisan balok kayu yang membentuk lingkaran-lingkaran bertingkat yang melebar ke arah luar dan dalam. Pelebaran ke bagian luar ini dinamakan elar. Elar dalam bahasa Jawa berarti ‘sayap,. Sedangkan pelebaran ke bagian dalam disebut ‘tumpang-sari’. Elar ini menopang bidang atap, sementara Tumpang-sari menopang bidang langit langit joglo (pamidhangan).

Untuk lebih lengkapnya, detail dari rangka joglo adalah sebagai berikut :

sumber : Ismunandar, 2001 ( telah diolah )

  1. Molo (mulo / sirah / suwunan), balok yang letaknya paling atas, yang dianggap sebagai “kepala” bangunan.
  2. Ander (saka-gini), Balok yang terletak di atas pengeret yang berfungsi sebagai penopang molo.
  3. Geganja, konstruksi penguat / stabilisator ander.
  4. Pengeret (pengerat), Balok penghubung dan stabilisator ujung-ujung tiang; kerangka rumah bagian atas yang terletak melintang menurut lebarnya rumah dan ditautkan dengan blandar.
  5. Santen, Penyangga pengeret yang terletak di antara pengeret dan kili.
  6. Sunduk, Stabilisator konstruksi tiang untuk menahan goncangan / goyangan.
  7. Kili (Sunduk Kili), Balok pengunci cathokan sunduk dan tiang.
  8. Pamidhangan (Midhangan), Rongga yang terbentuk dari rangkaian balok / tumpang-sari pada brunjung.
  9. Dhadha Peksi (dhadha-manuk), Balok pengerat yang melintang di tengah tengah pamidhangan.
  10. Penitih / panitih.
  11. Penangkur.
  12. Emprit-Ganthil, Penahan / pengunci purus tiang yang berbentuk tonjolan; dudur yang terhimpit.
  13. Kecer, Balok yang menyangga molo serta sekaligus menopang atap.
  14. Dudur, Balok yang menghubungkan sudut pertemuan penanggap, penitih dan penangkur dengan molo.
  15. Elar (sayap), Bagian perluasan keluar bagian atas sakaguru yang menopang atap.
  16. Songgo-uwang, Konstruksi penyiku / penyangga yang sifatnya dekoratif






Terima kasih..!
semoga bermanfaat !