Sabtu, 23 Juli 2011

Istana Kepresidenan Yogyakarta - Gedung Agung Yogyakarta

Soekarno - Presiden RI
Syafruddin Prawiranegara - Presiden RI / Ketua PDRI
Assaat - Pemangku Sementara
Jabatan Presiden RIS
Soeharto - Presiden RI

Baharuddin Jusuf Habibie - Presiden RI
Abdurrahman Wahid - Presiden RI
Megawati Soekarno Putri - Presiden RI
Susilo Bambang Yudoyono - Presiden RI
 

Istana yang dibangun di atas lahan seluas 43.585 meter persegi ini dikenal dengan nama Gedung Agung.
Penamaan itu, berkaitan dengan salah satu fungsi gedung utama istana, yaitu sebagai tempat penerimaan tamu-tamu agung.
Gedung Agung ini merupakan salah satu dari enam Istana Kepresidenan RI, yaitu :
  1. Istana Negara dan Istana Merdeka (Jakarta)
  2. Istana Bogor (Bogor)
  3. Istana Cipanas (Cipanas)
  4. Istana Tampak Siring (Bali)
Riwayat pembangunan Gedung Agung bermula dari prakarsa Anthonie Hendriks Smissaert, Residen Belanda ke-18 di Yogyakarta (1823-1925), yang ingin memiliki kantor sekaligus kediaman resmi bagi Residen Belanda di Yogyakarta. Maka pada bulan Mei 1824 gedung ini mulai dibangun oleh arsitek A. Payen yang dipilih langsung oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda saat itu.
Proses pembangunannya sendiri sempat tertunda karena pecahnya Perang Diponegoro (1825-1830) yang juga dikenal dengan sebutan Perang Jawa (Java Oorlog). Setelah perang usai, proses pembangunan dilanjutkan dan selesai pada tahun 1832.
Ketika gempa bumi melanda Yogyakarta pada 10 Juni 1867, bangunan Gedung Agung sempat ambruk, kemudian dibangun kembali dan selesai pada tahun 1869.
 Seiring dengan peningkatan status administratif Yogyakarta dari karesidenan menjadi provinsi pada 19 Desember 1927, gedung utama di kompleks Gedung Agung ini digunakan sebagai kediaman Gubernur Belanda di Yogyakarta. Beberapa Gubernur Belanda yang pernah mendiami gedung ini, antara lain J.E Jesper (1926-1927), P.R.W van Gesseler Verschuur (1929-1932), H.M. de Kock (1932-1935), J. Bijlevel (1935-1940), dan L. Adam (1940-1942).
Sedangkan, pada masa pendudukan Jepang, istana ini menjadi kediaman resmi Koochi Zimmukyoku Tyookan, penguasa Jepang di Yogyakarta (1943-1945).
Setelah Indonesia merdeka, pada 6 Januari 1946, Gedung Agung menjadi Istana Kepresidenan Republik Indonesia, seiring dijadikannya Yogyakarta sebagai ibukota sementara Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sejak itu, Gedung Agung menjadi tempat tinggal Presiden Soekarno beserta seluruh keluarganya, sedangkan Wakil Presiden Mohammad Hatta tinggal di gedung yang terletak di sisi utara Gedung Agung (sekarang Korem 072/Pamungkas).
 Di Istana Kepresidenan ini pula Jenderal Sudirman dilantik menjadi Panglima Besar TNI pada 3 Juni 1947 dan menjadi pimpinan angkatan perang RI pada 3 Juli 1947.
Pada saat terjadi Agresi Militer Belanda II, 19 Desember 1948, Yogyakarta dikuasai tentara Belanda dibawah pimpinan Jenderal Spoor. Presiden, Wakil Presiden, dan pejabat Pemerintah RI pun diasingkan ke luar Jawa, kemudian kembali lagi ke Gedung Agung pada 6 Juli 1949. Bertepatan dengan pindahnya Presiden RI ke Jakarta pada 28 Desember 1949, Gedung Agung tidak lagi menjadi tempat tinggal presiden.
Ketika Soeharto menjadi Presiden RI ke-2, sejak 17 April 1988 Gedung Agung digunakan untuk penyelenggaraan Upacara Parade Senja pada setiap tanggal 17, acara perkenalan dan perpisahan taruna-taruna Angkatan Udara (AU). Bahkan sejak 17 Agustus 1991, secara resmi Istana Kepresidenan Yogyakarta digunakan sebagai tempat memperingati detik-detik Proklamasi Kemerdekaan untuk Daerah Istimewa Yogyakarta.
Saat ini, Gedung Agung berfungsi sebagai tempat menginap presiden dan wakil presiden jika sedang berada di Yogyakarta.
Kompleks bangunan di Gedung Agung terdiri dari beberapa bangunan, yaitu :
  1. Bangunan Gedung Utama
  2. Wisma Negara
  3. Wisma Indraphrasta
  4. Wisma Sawojajar
  5. Wisma Bumiretawu
  6. dan Wisma Saptapratala.
Di dalam Gedung Utama terdapat ruang utama bernama Ruang Garuda yang difungsikan sebagai ruang resmi untuk menyambut para tamu negara dan tamu khusus lainnya.
Selain kelima wisma tersebut, sejak 20 September 1995, kompleks Seni Sono seluas 5.600 meter persegi yang terletak di sebelah selatan Gedung Agung, yang semula milik Departemen Penerangan, kini menjadi bagian dari Istana Kepresidenan Yogyakarta. Gedung yang diperuntukkan sebagai tempat penyimpanan koleksi benda-benda seni, pameran, dan tempat pertunjukan kesenian ini semula adalah bangunan kuno yang dibangun Belanda pada tahun 1911 dan terakhir digunakan sebagai kantor berita Antara.
Di halaman serambi depan Gedung Agung tampak dua buah patung raksasa Dwarapala (penjaga pintu) setinggi 2 meter. Selain itu, terdapat sebuah tugu Dagoba, yang oleh masyarakat Yogyakarta disebut Tugu Lilin, setinggi 3,5 meter, yang terbuat dari batu andesit dan senantiasa menyalakan api semu, melambangkan kerukunan beragama, antara agama Hindu Siwa dan agama Buddha. Konon, patung-patung tersebut berasal dari Desa Cupuwulatu, sebuah daerah di sekitar Candi Prambanan.

Patung Dwarapala (penjaga pintu) di Gedung Agung
Di bagian depan kanan Gedung Utama terdapat ruangan yang diberi nama Ruang Soerdiman untuk mengenang perjuangan Panglima Besar Soedirman dalam memimpin gerilya melawan Belanda. Di ruangan inilah dulu Panglima Besar Soedirman meminta izin kepada Presiden Soekarno, untuk meninggalkan kota dalam rangka memimpin perang gerilya melawan Belanda. Selain itu, di bagian depan kiri Gedung Utama terdapat ruangan yang diberi nama Ruang Diponegoro, untuk mengenang perjuangan Pangeran Diponegoro melawan Belanda. Dalam ruangan ini tampak pula lukisan beliau sedang menunggangi kuda.
Di sisi selatan Gedung Utama terdapat kamar tidur presiden beserta keluarga, sedangkan di sisi utara terdapat kamar tidur yang disediakan bagi wakil presiden beserta keluarga, dan tamu negara atau tamu-tamu agung lainnya. Sementara di halaman belakang Gedung Agung tumbuh pepohonan besar yang dedaunannya tumbuh lebat sehingga bangunan istana tampak rindang.
Secara umum, sejak didirikan dua abad yang lampau hingga kini, bangunan kompleks Istana Kepresidenan Yogyakarta tidak banyak perubahan, bentuknya sama seperti ketika selesai dibangun pada tahun 1869. Di ruangan ini pulalah kabinet Republik Indonesia dilantik tatkala ibu kota negara pindah ke Yogyakarta. Pada dinding ruangan yang bersejarah ini tergantung gambar-gambar pahlawan nasional, di antaranya gambar Pangeran Diponegoro, R.A. Kartini, Dokter Wahidin Soedirohusodo, dan Tengku Cik Di Tiro.
Gedung Agung berlokasi di pusat Kota Yogyakarta, tepatnya di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Ngupasan, Kecamatan Gondomanan, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia.
Lokasi gedung ini berada di sebelah barat Benteng Vredeburg, Monumen Serangan Umum 1 Maret, dan Taman Pintar. Di sebelah selatan gedung ini terdapat Bank Indonesia Cabang Yogyakarta, Kantor Pos Besar Yogyakarta, dan Keraton Yogyakarta.
Akses menuju Gedung Agung letaknya persis di ujung selatan Jalan Malioboro. Di samping itu, gedung ini juga relatif dekat dari Bandara Adi Sucipto (sekitar 8 km), dari Terminal Giwangan (sekitar 6 km), dari Stasiun Lempuyangan (sekitar 3 km), dan dari Stasiun Tugu (sekitar 1 km).
Fasilitas pendukung yang terdapat di Gedung Agung adalah perpustakaan, mushola, toilet, ruang pertemuan, ruang pertunjukkan, dan halaman parkir yang rindang dan luas.

Minggu, 17 Juli 2011

Konstruksi dinding bambu dengan plesteran

 Kekayaan alam indonesia memang sangat luar biasa sekali, tinggal apakah kita mau memanfaatkan secara maksimal atau tidak. Bambu sebagai salah satu jenis kekayaan alam yang saat ini masih belum dimanfaatkan secara maksimal.
Upaya peningkatan dalam penggunaan bambu telah banyak dilakukan salah satunya adalah penggunaan bambu sebagai dinding rumah dengan penambahan plesteran pada bagian luar.
Konsep ini merupakan konsep rumah murah dengan memanfaatkan potensi daerah, bambu digunakan sebagai dinding sekaligus rangka rumah dengan penambahan perkuatan berupa plesteran.

 Untuk lebih jelasnya silakan lihat disini :

Download Konstruksi dinding Bambu dengan Plesteran

Rabu, 06 Juli 2011

Menentukan ukuran Tangga dan Anak Tangga untuk bangunan bertingkat

Tangga untuk rumah bertingkat saat ini mempunyai kedudukan penting karena membawa prestise bagi penghuni bangunan tersebut ( dengan menggunakan berbagai variasi design sesuai kebutuhan ).
Tetapi sekarang bila membuat bangunan disertai tangga sudah bukan barang kemewahan lagi. Ini tidak lain karena keterbatasan lahan maka pengembangannya harus ke atas dan pasti memerlukan tangga.
Tangga harus memenuhi syarat-syarat antara lain:
  1. Dipasang pada daerah yang mudah dijangkau
  2. Mendapat penerangan yang cukup terutama siang hari
  3. Bentuk/dimensi tangga sesuai dengan ukuran langkah normal serta dipertimbangkan untuk pengangkutan barang/perabot.
  4. Berbentuk sederhana dan layak dipakai
Sudut   tangga   yang   mudah   dijalani   dan   efisien   sebaiknya   mempunyai kemiringan maksimal ± 40º. Jika mempunyai kemiringan lebih dari 45º pada waktu dilewati akan berbahaya terutama dalam arah turun. Agar supaya tangga tersebut nyaman dilewati, ukuran optrade (tegak) dan aantrede (mendatar) harus sebanding.

Perhitungan dimensi tangga :

1 Aantrade + 2 Optrade = 57 sampai dengan 60 cm

DIMANA  ;
a  = lebar anak tangga = aantrede
o  = tinggi anak tangga = optrede

Pertimbangan
Panjang langkah orang dewasa dengan tinggi badan normal itu rata-rata 57– 60 cm. Menurut penelitian pada saat mengangkat kaki dalam arah vertikal untuk tinggi tertentu dibutuhkan tenaga 2 kali lipat pada saat melangkah dalam arah horizontal.

Misal sebuah bangunan bertingkat dengan tinggi lantai 3,50 m
Anak tangga tegak (optrade) ditaksir 18 cm.
Jadi jumlah optrade = 350 : 18 = 18, 4 buah dibulatkan = 19 buah sehingga
optradenya menjadi = 350 : 19 = 18,4 cm.
Ukuran ini harus diteliti benar sampai ukuran dalam milimeter.

Menurut rumus tangga:

1 aantrade + 2 optrade = 57 – 60 cm 

Lebar aantrade (57 s/d 60 ) – 2 x 18,4 = 20, 2 s/d 23,2 cm
( ukurannya bisa dibulatkan menjadi antara 20 dan 23 cm untuk mempermudah pekerjaan )

Ukuran lebar tangga standart :
  • Dilalui 1 orang lebar ± 80 cm 
  • Dilalui 2 orang lebar ± 120 cm 
  • Dilalui 3 orang lebar ± 160 cm

Tips untuk tangga rumah tinggal :
  • Lebar anak tangga = a = 22 – 30 cm, yang baik adalah 30 cm.
  • Tinggi anak tangga = o = Maksimal 20 cm, yang baik adalah 15 – 18 cm
Tips untuk tangga bangunan umum :
  •  Lebar anak tangga = a = 30 cm, serta tidak boleh kurang dari 22,5 cm.
  • Tinggi anak tangga = o = Maksimal 19 cm serta yang baik 15 cm
Tinggi Bebas berdiri :
  • adalah jarak bebas vertikal saat orang berdiri ditangga mulai dari anak tangga pertama sampai terakhir
  • Orang dan barang harus direncanakan dapat bebas tanpa ada halangan pada saat melewati anak tangga
  • Tinggi bebas minimal kurang lebih 2 m
  • Dipertimbangkan untuk menggunakan bordes pada bidang tangga yang tinggi.
untuk bentuk macam tangga silakan lihat disini :

    Selasa, 28 Juni 2011

    Memasang Related Post pada Sidebar

    Menampilkan menu tambahan pada side bar bisa merupakan alternatif bagi blogger agar pembaca bisa melihat/membaca artikel yang ada secara mudah, Pada umumnya penempatan artikel yang terkait diletakkan  dibawah posting/artikel, dengan berbagai modifikasi, ada yang menambahkan icon disamping judul artikel, ada yang membuat related post dengan fungsi scroll dan ada yang membuat related post tampil dengan image, kali ini saya ingin berbagi mengenai cara membuat related post tampil di sidebar seperti di blog ini. caranya tidak sulit dan bahkan mudah untuk dilakukan.
    Ikuti langkah Berikut :
    1. Login ke account blogger anda, klik rancangan/layout lalu klik edit HTML
    2. Jangan lupa centang expand widget templates untuk mengedit template secara keseluruhan
    3. masukan kode dibawah ini sebelum tag </head>

        <script type="text/javascript">
        //<![CDATA[
        var relatedTitles = new Array();
        var relatedTitlesNum = 0;
        var relatedUrls = new Array();
        function related_results_labels(json) {
        for (var i = 0; i < json.feed.entry.length; i++) {
        var entry = json.feed.entry[i];
        relatedTitles[relatedTitlesNum] = entry.title.$t;
        for (var k = 0; k < entry.link.length; k++) {
        if (entry.link[k].rel == 'alternate') {
        relatedUrls[relatedTitlesNum] = entry.link[k].href;
        relatedTitlesNum++;
        break;
        }
        }
        }
        }
        function removeRelatedDuplicates() {
        var tmp = new Array(0);
        var tmp2 = new Array(0);
        for(var i = 0; i < relatedUrls.length; i++) {
        if(!contains(tmp, relatedUrls[i])) {
        tmp.length += 1;
        tmp[tmp.length - 1] = relatedUrls[i];
        tmp2.length += 1;
        tmp2[tmp2.length - 1] = relatedTitles[i];
        }
        }
        relatedTitles = tmp2;
        relatedUrls = tmp;
        }
        function contains(a, e) {
        for(var j = 0; j < a.length; j++) if (a[j]==e) return true;
        return false;
        }
        function printRelatedLabels() {
        var r = Math.floor((relatedTitles.length - 1) * Math.random());
        var i = 0;
        document.write('<ul>');
        while (i < relatedTitles.length && i < 20) {
        document.write('<li><a href="' + relatedUrls[r] + '">' + relatedTitles[r] + '</a></li>');
        if (r < relatedTitles.length - 1) {
        r++;
        } else {
        r = 0;
        }
        i++;
        }
        document.write('</ul>');
        }
        //]]>
        </script>

    kemudian cari kode widget seperti dibawah ini :

        <b:if cond='data:post.labels'>
        <data:postLabelsLabel/>
        <b:loop values='data:post.labels' var='label'>
        <a expr:href='data:label.url' rel='tag'><data:label.name/></a><b:if cond='data:label.isLast != "true"'>,</b:if>
        </b:loop>
        </b:if>

    Kemudian tambahkan kode yang warna merah pada kode tersebut :

        <b:if cond='data:post.labels'>
        <data:postLabelsLabel/>
        <b:loop values='data:post.labels' var='label'>
        <a expr:href='data:label.url' rel='tag'><data:label.name/></a><b:if cond='data:label.isLast != "true"'>,</b:if>
        <b:if cond='data:blog.pageType == "item"'> <script expr:src='"/feeds/posts/default/-/" + data:label.name + "?alt=json-in-script&amp;callback=related_results_labels&amp; max-results=10"' type='text/javascript'/>
        </b:if>
        </b:loop>
        </b:if>

    • Save template
    • Masuk ke menu Layout -> Page Elements dan add a new HTML/Javascript widget. beri judul atau title Title Related Post ( atau yang lain sesuai kebutuhan ) kemudian copy paste script di bawah ini : //bisa pasang dibagian mana saja//side bar//footer//sesuai kebutuhan//

        <script type="text/javascript">
        removeRelatedDuplicates();
        printRelatedLabels();
        </script>

    Simpan dan lihat hasilnya..!
    Selamat mencoba ....!

    Minggu, 19 Juni 2011

    Download ArchiCAD for FREE

    ArchiCAD adalah produk software CAD yang diluncurkan oleh Graphisoft sejak tahun 1982, dan secara konsisten sampai saat ini selalu di update dari versi yang pertama s/d versi terbaru
    ArchiCAD dibuat secara spesifik diperuntukkan bagi Dunia Desain Arsitektur, Engineering dan Konstruksi bukan software CAD generik biasa. Sehingga dengan ArchiCAD, para desainer akan menghasilkan sebuah model project yang lebih fokus pada desain, dapat diprediksikan dalam pelaksanaan konstruksinya, serta lebih murah dan efisien dalam operasinya

    Ini adalah beberapa versi ArchiCAD yang ada saat ini :

    ArchiCAD Profesional  versi Trial - free download
    berfungsi 30-hari penuh versi trial dari ArchiCAD menawarkan jalur langsung untuk mengalami alat BIM/Building Information Modelling desain utama bagi arsitek. Download seluruh rangkaian panduan pelatihan interaktif untuk sebuah pengalaman belajar mudah.

    ArchiCAD versi Mahasiswa Pendidikan - free download
    Arsitektur dan desain siswa berhak untuk menerima versi pendidikan berfungsi penuh ArchiCAD gratis. Download versi 30-hari langsung dan berlaku untuk ekstensi setahun penuh sampai akhir studi Anda.

    ArchiCAD versi Guru Pendidikan - free download
    Guru sekolah arsitektur dan lembaga akademis berhak untuk menerima versi pendidikan berfungsi penuh ArchiCAD diperpanjang dengan Kurikulum BIM/Building Information Modelling lengkap. Download versi 30-hari dan berlaku untuk perpanjangan tahunan.

    ArchiCAD versi Akademik Sekolah - free download
    Sekolah arsitektur dan lembaga akademis berhak untuk melengkapi laboratorium komputer mereka dengan versi akademik bebas dari ArchiCAD. Pilihan instalasi jaringan membantu Anda menyebarkan ArchiCAD untuk beberapa komputer cepat dan mudah.