Selasa, 31 Agustus 2010

Konsep Dasar Konstruksi Kuda-Kuda sederhana untuk Rumah Tinggal

Konstruksi kuda-kuda ialah suatu susunan rangka batang yang berfungsi untuk mendukung beban atap termasuk juga beratnya sendiri dan sekaligus dapat memberikan bentuk pada atapnya.
Kuda-kuda merupakan penyangga utama pada struktur atap. Struktur ini termasuk dalam klasifikasi struktur framework (truss). Umumnya kuda-kuda terbuat dari kayu, bambu, baja, dan beton bertulang.

Untuk lebih mengenal fungsi kuda kuda kita akan uraikan sebagai berikut :
Kuda2 berfungsi untuk menerima beban dari atap yaitu :
  • Air Hujan
  • Angin
  • Genteng
  • Reng Usuk dan list-plank
  • Plafon
  • dan beban dari kuda2 itu sendiri, adanya beban maka titik pertemuan kedua kaki kuda-kuda bagian atas (P) mengalami perubahan letak yaitu turun ke P’, sehingga kaki kuda-kuda menekan kedua tembok kearah samping. Bila tembok tidak kokoh maka tembok akan roboh.
Untuk mencegah agar kaki kuda-kuda tidak bergerak ke samping akibat tekanan beban dari atas perlu dipasang balok horisontal untuk menahan kedua ujung bawah balok kaki kuda-kuda yaitu berupa balok tarik.
Karena lebar bentangan menahan beban yang bekerja dan beban berat sendiri kuda-kuda, maka batang tarik AB akan melentur. Titik P bergerak turun ke titik P’, dengan adanya pelenturan, tembok seolah olah masuk ke dalam
Untuk mengatasi adanya penurunan pada batang tarik diujung atas kaki kuda-kuda dipasangi tiang dan ujung bawah tiang menggantung tengah-tengah batang tarik AB yang disebut tiang gantung.
Semakin besar beban yang bekerja dan bentangan yang semakin panjang, sehingga kaki kuda-kuda yang miring mengalami pelenturan. Dengan adanya pelenturan pada kaki kuda-kuda maka bidang atap akan kelihatan cekung kedalam, ini tidak boleh terjadi.
Untuk mencegah pelenturan pada kaki kuda-kuda perlu dipasangi batang sokong/skoor dimana ujung bawah skoor memancang pada bagian bawah tiang gantung ujung atas skoor menopang bagian tengah kuda-kuda. Dengan demikian pelenturan dapat dicegah.
Pada bangunan-bangunan yang berukuran besar, kemungkinan konstruksi kuda-kuda melentur pada bidangnya karena kurang begitu kaku. Untuk itu perlu diperkuat dengan dua batang kayu horisontal yang diletakkan kira-kira ditengah-tengah tinggi tiang gantung.
Untuk detail lengkap dari kuda kuda kayu bisa dilihat disini.
Konstruksi kuda kuda kayu untuk rumah tinggal sederhana


    Sumber :Teknik Konstruksi Bangunan Gedung ( A. G Tamrin )

    Senin, 30 Agustus 2010

    Variasi bentuk struktur Tangga rumah tinggal sederhana

    Tangga mempunyai kedudukan sangat penting  karena membawa pretise bagi penghuni bangunan tersebut. Tetapi sekarang bila membuat bangunan disertai tangga sudah bukan  barang kemewahan lagi. Ini tidak lain karena tanah yang dipunyai tidak luas maka pengembangannya harus ke atas dan pasti memerlukan tangga.

    Tangga harus memenuhi syarat-syarat antara lain:
    • Dipasang pada daerah yang mudah dijangkau dan setiap orang pasti memerlukan
    • Mendapat penerangan yang cukup terutama siang hari
    • Mudah dijalani
    • Berbentuk sederhana dan layak dipakai

    Tangga berfungsi sebagai penghubung antara lantai tingkat satu dengan lainnya pada suatu bangunan.
    Sudut tangga yang mudah dijalani dan efisien sebaiknya mempunyai kemiringan ± 40 º . dan jika mempunyai kemiringan lebih dari 45 º pada waktu menjalani akan berbahaya terutama dalam arah turun.
    Agar supaya tangga tersebut menyenangkan dijalani, ukuran Optrade (tegak) dan Aantrede (mendatar) harus sebanding.

    Macam-macam bentuk tangga:
    1. Tangga Lurus, penginjaknya tegak lurus ibu tangga
    2. Tangga Serong, penginjaknya sama lebar tidak tegak lurus ibu tangga
    3. Tangga Baling, Penginjaknya tak sama lebar tak tegak lurus ibu tangga
    4. Tangga putar, anak tangga berputar mengikuti kolom penguat
    5. Tangga perempatan
    6. Tangga dengan bordes

    Contoh diatas adalah contoh jenis tangga yang umum dipakai, untuk beberapa kasus bisa dilakukan modifikasi sesuai kebutuhan.

    Minggu, 29 Agustus 2010

    Rehab Rumah Menjelang Lebaran

    Hari raya Idul Fitri Semakin dekat, inilah hari besar yang ditunggu tunggu Oleh Umat Islam setelah menjalankan Ibadah Puasa Ramadhan 1 bulan penuh.

    Pada sebagian orang bahkan mungkin untuk saat ini semua orang Hari Lebaran Idul Fitri adalah hari yang baru kembali / saling memaafkan / bersilaturahmi, tapi kalau kita melihat apa yang ada disekitar kita teryata bukan hanya kita "baru" dalam pengertian "suci" secara batin tapi juga baru untuk pengertian secara lahiriyah, contohnya : Pakaian baru mulai dari sepatu/sandal sampai peci, makan dan aneka minuman yang serba baru dan bervariasi dan tak ketinggalan adalah rumah kitapun tidak lepas dari trend lebaran yaitu BARU, tentunya bukan rumah baru tapi baru dari segi penampilan.

    Bagaimana dengan tips untuk melakukan Rehab rumah pada saat menjelang lebaran ?
    tentu tidaklah mudah karena kebutuhan biaya menjelang lebaran akan membengkak seiring dengan adanya tuntutan / trend yang serba baru tadi ( ini khusus untuk mereka yang merasa segala sesuatu wajib baru saat lebaran ), sebenarnya sudah ada pembahasan mengenai rehab rumah secara umum tapi tidak ada salahnya kita ulas kembali tapi hanya pada bagian yang sesuai dengan tema saat ini yaitu LEBARAN.

    Sebenarnya keinginan untuk Rehab rumah jelang lebaran lebih diutamakan untuk pemenuhan kebutuhan pada saat hari lebaran saja, adanya kebiasaan silaturahmi saat idul fitri tentu mau tidak mau akan membuat kita sibuk bukan cuma sebagai tamu tapi juga sebagai tuan rumah. Persiapan mulai dari menu suguhan yang akan dihidangkan sampai bersih bersih rumah tentu cukup merepotkan.

    Tentu kita akan malu apa bila kondisi rumah kita berantakan saat ada yang berkunjung kerumah.
    Sebenarnya dlihat dari kebutuhan Rehab Rumah Menjelang Lebaran lebih kearah membersihkan rumah agar tidak kotor dan berantakan bukan rehab yang membutuhkan biaya besar. Sehingga kita tidak perlu melakukan renovasi dalam skala besar yang bituh waktu dan biaya yang tidak sedikit, tapi cukup dengan melakukan perbaikan dan pembersihan pada bagian yang mengalami kerusakan kecil dan pada bagian yang kotor.

    Tips :
    Besarnya biaya saat menyambut lebaran merupakan hal yang tidak bisa kita pungkiri untuk saat ini. Adanya kecenderungan untuk belanja / mudik saat jelang lebaran tentu membutuhkan biaya extra, Untuk itu perlu kita memilah dan memilih sesuai dengan kebutuhan jangan hanya menuruti kebutuhan/tren.
    Satu hal yang terpenting bahwa "LEBARAN ITU BUKAN UNTUK BERPESTA"

    Rabu, 04 Agustus 2010

    Redenominasi rupiah apakah sudah waktunya

    Wacana yang di lontarkan BI teryata banyak menimbulkan pro dan kontra, mulai dari pemerintah yang membantah, DPR yang minta bagi BI untuk tidak bikin wacana yang aneh aneh, dan beberapa pakar ekonomi yang setuju dan tidak.
    Apa itu sebenarnya REDENOMINASI...?
    Apakah itu merugikan...?
    Apalah uang kita dibank akan berkurang ...?
    untuk lebih jelasnya mari kita bahas bersama :
    1. REDENOMINASI, adalah kebijakan untuk menyederhanakan mata uang dengan tidak mengurangi nilai uang yang sebenarnya, dimana harga barang akan mengikuti nilai mata uang ; contoh : pengurangan sebanyak 3 digit, uang 1000 rupiah menjadi 1 rupiah, misalnya harga semen Rp. 41.000,00 setelah redominasi harga semen adalah Rp. 41,00 (perubahan hanya pada sebutan atau angka tanpa mengurangi nilai uang itu sendiri)
    2. SANERING, adalah kebijakan untuk memotong nilai mata uang dimana harga barang tetap ; contoh sanering dari uang 1000 rupiah menjadi 1 rupiah, misalnya harga semen Rp. 41.000,00 setelah sanering harga semen tetap Rp. 41.000,00 tetapi nilai mata uang akan yang tadinya 1000 rupiah akan menjadi 1 rupiah (perubahan disertai dengan pengurangan nilai uang itu sendiri)
    Sebenarnya kita tidak perlu kuatir dengan adanya wacana tersebut karena nilai uang kita tidak akan berkurang, perubahan hanya pada sebutan atau angka tanpa mengurangi nilai uang itu sendiri.

    Presiden Direktur Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Subarjo Joyosumarto malah menilai redenominasi rupiah adalah ide bagus. Dia mencontohkan beberapa negara, seperti Malta, Siprus, dan Irlandia yang melakukan redenominasi meski dengan alasan penyatuan mata uang Uni Eropa.
    "Contoh lain di Turki. Sekarang ekonomi jadi efisien, administrasi perbankan lebih simpel, harga-harga dalam nominal yang lebih kecil, dompet lebih ringan, percetakan uang lebih efisien," papar Subarjo.
    Thomas menambahkan, ada dua fungsi redenominasi. Redenominasi yang dilakukan saat inflasi sangat tinggi sehingga bisa menjadi instrumen mengendalikan inflasi. Lainnya, redenominasi untuk menyederhanakan transaksi.
    Redenominasi memang membutuhkan waktu dan sosialisasi yang cukup lama. Turki mempersiapkan mulai tahun 1994 dan pelaksanaannya baru 2005. Redenominasi, lanjut Thomas, membuat ekonomi Turki lebih stabil dan berhasil menekan inflasi menjadi single digit. Juga membuat nilai tukar lira Turki lebih stabil terhadap euro.
    Untuk Indonesia, mungkin bisa sukses karena inflasi relatif stabil dan rendah. Sebagai informasi, saat ini rupiah adalah mata uang yang memiliki pecahan terbesar kedua di dunia, yakni Rp 100.000. Di atasnya ada Vietnam dengan pecahan 500.000 dong.

    Ekonom Anggito Abimanyu mengungkapkan wacana ini adalah wajar. Menurutnya, langkah ini diambil untuk mengefektifkan pengawasan serta menstabilkan harga-harga. “Bank Indonesia kesulitan kontrol uang. Inflasi makin tinggi,” ujarnya.
    Menurut dosen UGM ini, redenominasi bukanlah hal baru. Ia mencontohkan, di Turki program ini dilakukan karena nilai lira terlalu rendah. Program berlangsung sukses dan dalam kurun waktu yang cepat karena Turki negara yang kecil.
    Apabila hal ini dilaksanakan di Indonesia, sebutnya, banyak faktor yang disiapkan oleh Bank Indonesia, seperti faktor institusi yang siap serta sosialisasi yang cukup. “Jangan sampai rakyat kecil yang menjadi korban,” ujarnya.

    Yang pasti BI sedang melakukan studi mengenai hal tersebut dan sudah tentu tidak akan dilaksanakan tanpa disertai pertimbangan dan studi yang matang.

    Sikap DPR dan Pemerintah yang cenderung menolak tanpa disertai penjelasan yang bisa diterima masyarakat justru akan berdampak kurang baik, seharusnya mereka memberi penjelasan secara bijak dan memberi pencerahan kepada masyarakat agar tidak timbul persepsi yang keliru.

    sumber : kompas jawa pos

    Sabtu, 31 Juli 2010

    Macam macam jenis atap rumah tinggal

    Atap merupakan bagian dari struktur bangunan yng befungsi sebagai penutup/pelindung bangunan dari panas terik matahari dan hujan sehingga memberikan kenyamanan bagi penggunan bangunan. 
    Struktur atap pada umumnya terdiri dari tiga bagian utama yaitu : struktur penutup atap, gording dan rangka kuda-kuda.
    Penutup atap akan didukung oleh struktur rangka atap, yang terdiri dari kuda-kuda, gording, usuk dan reng. Beban-beban atap akan diteruskan ke dalam fondasi melalui kolom dan atau balok.
    Konstruksi atap yang baik memungkinkan terjadinya sirkulasi udara dengan baik.
    Jenis atap berdasarkan bentuk atap :

    ATAP PELANA

    Type Atap Pelana
     ATAP LIMASAN

    Type Atap Limasan
     ATAP GERIGI

    Type Atap Gerigi
     ATAP TENDA PATAH ( JOGLO ) DENGAN SOKO GURU

    Atap Joglo - 1
      ATAP TENDA PATAH ( JOGLO ) TANPA SOKO GURU

    Atap Joglo -2

    Jumat, 30 Juli 2010

    Mengenal bagian kusen pintu dan jendela kayu

    Untuk meletakkan daun pintu atau daun jendela pada dinding, dipasang rangka yang disebut kusen, kusen untuk tempat tinggal terbuat dari kayu atau logam. Kusen kayu memberikan penampilan yang hangat dan indah dari tampilan tekstur serat-serat kayu yang dimilikinya, mempunyai nilai penyekat panas yang baik dan pada umumnya tahan terhadap pengaruh cuaca. Rangka jenis ini dapat berupa produk pabrik yang telah diselesaikan dengan pelapisan cat, pewarnaan atau masih berupa kayu asli tanpa pelapisan. 
    Kusen dari bahan logam berbeda dari kayu, kusen logam tidak terpengaruh bila basah, kusen logam ini tidak memiliki kehangatan dalam penampilan dan memberikan daya tahan yang kecil terhadap perpindahan panas. Kusen logam dapat terbuat dari alumunium, baja atau baja tak berkarat (stainless-steel), warna alami logam dapat ditutup dengan lapisan cat dan dirawat dengan baik untuk mencegah korosi.
    Ukuran penampang batang kayu untuk rangka pintu dan jendela
    adalah sebagai berikut :
     
    5/10 5/12 5/14 5/15 6/10 6/12 6/14 6/15 7/12 cm

    Bagian-Bagian kusen terdiri atas :
    1. Tiang (style).
    2. Ambang (dorpel) pada kusen jendela terdapat ambang atas dan ambang bawah sedangkan pada pintu tidak ada ambang bawah.
    3. Sponneng, yaitu tempat perletakan/melekatnya daun pintu atau daun jendela.
    4. Telinga, yaitu bagian ambang (dorpel) yang masuk/ditanam kedalam tembok yang berfungsi untuk menahan gerakan kusen kemuka atau kebelakang.
    5. Alur kapur, bagian dari tiang (style) yang dialur/dicoak dengan fungsi untuk menahan gerakan kusen kemuka atau kebelakang selain itu juga agar apabila terjadi penyusutan, tidak timbul celah.
    6. Angkur, dipasang pada tiang (style), berfungsi untuk memperkuat melekatnya pada tembok juga menahan gerakan ke samping.dan ke muka/ke belakang.
    7. Duk (neut), dipasang pada tiang (style) di bagian bawah, khusus untuk kusen pintu, berfungsi untuk menahan gerakan tiang ke segala arah dan melindung tiang kayu terhadap resapan air dari latai ke atas.

    Kamis, 29 Juli 2010

    Spesifikasi teknis rangka atap baja ringan

    Pekerjaan rangka atap baja ringan adalah pekerjaan pembuatan dan pemasangan struktur atap berupa rangka batang yang telah dilapisi lapisan  anti karat. Rangka batang berbentuk segitiga,trapesium dan persegi panjang yang terdiri dari :
    1. Rangka utama atas (top chord)
    2. Rangka utama bawah (bottom chord)
    3. Rangka pengisi (web). Seluruh rangka tersebut disambung menggunakan baut menakik sendiri (self drilling screw) dengan jumlah yang cukup.
    4. Rangka reng (batten) langsung dipasang diatas struktur rangka atap utama dengan jarak sesuai dengan ukuran jarak genteng.
    Pekerjaan rangka atap baja ringan meliputi:
    1. Pengukuran bentang bangunan sebelum dilakukan fabrikasi
    2. Pekerjaan pambuatan kuda-kuda dikerjakan di Workshop permanen (Fabrikasi),
    3. Pengiriman kuda-kuda dan bahan lain yang terkait ke lokasi proyek
    4. Penyediaan tenaga kerja beserta alat/bahan lain yang diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan
    5. Pekerjaan pemasangan seluruh rangka atap kuda-kuda meliputi struktur rangka kuda-kuda (truss), balok tembok (top plate/murplat), reng, sekur overhang, ikatan angin dan bracing (ikatan pengaku)
    6. Pemasangan jurai dalam (valley gutter)
    Pekerjaan rangka atap baja ringan tidak meliputi:
    1. Pemasangan penutup atap
    2. Pemasangan kap finishing atap
    3. Talang selain jurai dalam
    4. Accesories atap
    Persyaratan Material Rangka Atap
    Material struktur rangka atap
    Properti mekanikal baja (Steel mechanical properties)
    • Baja Mutu Tinggi G 550
    • Kekuatan Leleh Minimum 550 Mpa
    • Tegangan Maksimum 550 Mpa
    • Modulus Elastisitas 200.000 Mpa
    • Modulus geser 80.000 Mpa
    Lapisan anti karat :
    Material baja harus dilapisi perlindungan terhadap serangan korosi, dua jenis lapisan anti karat (coating):
    Galvanised (Z220)
    • Pelapisan Galvanised
    • Jenis Hot-dip zinc
    • Kelas Z22
    • katebalan pelapisan 220 gr/m2
    • komposisi 95% zinc, 5% bahan campuran
    Galvalume (AZ100)
    • Pelapisan Zinc-Aluminium
    • Jenis Hot-dip-allumunium-zinc  
    • Kelas AZ100
    • katebalan pelapisan 100 gr/m2
    • komposisi 55% alumunium, 43,5% zinc dan 1,5% silicon.
    Multigrip ( MG )
    Konektor antara kuda-kuda baja ringan dengan murplat (top plate) berfungsi untuk menahan gaya lateral tiga arah, standart teknis sebagai berikut:
    • Galvabond Z275
    • Yield Strength 250 MPa
    • Design Tensile Strength 150 MPa
    Brace System (bracing)
    • BOTTOM CHORD BRACING, Pengaku/ikatan pada batang tarik bawah (bottom chord) pada kuda-kuda baja ringan.
    • LATERAL TIE BRACING, Pengaku/bracing antara web pada kuda-kuda baja ringan,sekaligus berfungsi untuk mengurangi tekuk lokal (buckling) pada batang tekan (web),standar teknis mengacu pada desain struktur kuda-kuda tersebut.
    • DIAGONAL WEB BRACING (IKATAN ANGIN), Pengaku/bracing diagonal antara web pada kuda-kuda baja ringan dengan bentuk yang sama dan letak berdampingan.
    • STRAP BRACE (PITA BAJA), Yaitu pengaku /ikatan pada top chord dan bottom chord kuda-kuda baja ringan, Untuk kebutuhan strap brace berdasarkan perhitungan desain struktur. 

    • Talang Jurai Dalam (Valley Gutter), Pertemuan dua bidang atap yang membentuk sudut tertentu, pada pertemuan sisi dalam harus manggunakan talang dalam (Valley Gutter) untuk mengalirkan air hujan. Ketebalan material jurai dalam minimal 0,45 mm dengan detail profil seperti gambar diatas. 
     

    Alat Sambung (Screw)

    Baut menakik sendiri (self drilling screw) digunakan sebagai alat sambung antar elemen rangka atap yang digunakan untuk fabrikasi dan instalasi, spesifikasi screw sebagai berikut:
    • Kelas Ketahanan Korosi Minimum Kelas 2
    • Panjang (termasuk kepala baut) 16mm
    • Kepadatan Alur 16 alur/inci
    • Diameter Bahan dengan alur 4,80 mm
    • Diameter Bahan tanpa alur 3,80 mm
    Kekuatan Mekanikal
    • Gaya geser satu baut 5,10 KN
    • Gaya aksial 8,60 KN
    • Gaya Torsi 6,90 KN
    Persyaratan Pra-Konstruksi
    1. Kontraktor wajib memberikan pemaparan produk sebelum pelaksanaan pemasangan rangka atap baja ringan, sesuai dengan RKS (Rencana Kerja dan Syarat) .
    2. Produk yang dipaparkan sesuai dengan surat dukungan dan brosur yang dilampirkan pada dokumen tender.
    3. Kontraktor wajib menyerahkan gambar kerja yang lengkap berserta detail dan bertanggung jawab terhadap semua ukuran-ukuran yang tercantum dalam gambar kerja. Dalam hal ini meliputi dimensi profil, panjang profil dan jumlah alat sambung pada setiap titik buhul.
    4. Perubahan bahan/detail karena alasan apapun harus diajukan ke Konsultan Pengawas, Konsultan Perencana dan Pihak DIreksi untuk mendapatkan persetujuan secara tertulis.
    5. Eleman utama rangka kuda-kuda (truss) dilakukan fabrikasi diworkshop  permanen dengan menggunakan alat bantu mesin JIG yang menjamin keakurasian hasil perakitan (fabrikasi)
    6. Kontraktor wajib menyediakan surat keterangan keahlian tenaga dari Fabrikan penyedia jasa Rangka Atap Baja ringan,
    7. Kontraktor wajib menyertakan hasil uji lab dari bahan baja ringan dari badan akreditasi nasional (instansi yang berwenang sesuai dengan kompetensinya).  
    Persyaratan Pelaksanaan
    1. Pembuatan dan pemasangan kuda-kuda dan bahan lain terkait, harus dilaksanakan sesuai gambar dan desain yang telah dihitung dengan aplikasi khusus perhitungan baja ringan sesuai dengan standar perhitungan mengacu pada standar peraturan yang berkompeten.
    2. Semua detail dan konektor harus dipasang sesuai dengan gambar kerja.
    3. Perakitan kuda-kuda harus dilakukan di workshop permanen dengan menggunakan mesin rakit (Jig) dan pemasangan sekrup dilakukan dengan mesin screw driver yang dilengkapi dengan kontrol torsi.
    4. Pihak kontraktor harus menyiapkan semua struktur balok penopang dengan kondisi rata air (waterpas level) untuk dudukan kuda-kuda sesuai dengan desain sistem rangka atap.
    5. Pihak kontraktor harus menjamin kekuatan dan ketahanan semua struktur yang dipakai untuk tumpuan kuda-kuda. Berkenaan dengan hal itu, pihak konsultan ataupun tenaga ahli berhak meminta informasi mengenai reaksi-reaksi perletakan kuda-kuda.
    6. Pihak kontraktor bersedia menyediakan minimal 8 (delapan) buah genteng yang akan dipakai sebagai penutup atap, agar pihak penyedia konstruksi baja ringan dapat memasang reng dengan jarak yang setepat mungkin, dan penyediaan genteng tersebut sudah harus ada pada saat kuda-kuda tiba dilokasi proyek.
    7. Jaminan Struktural 
    • Jaminan yang dimaksud di sini adalah jika terjadi deformasi yang melebihi ketentuan maupun keruntuhan yang terjadi pada struktur rangka atap Baja Ringan, meliputi kuda-kuda, pengaku-pengaku dan reng. 
    • Kekuatan struktur Baja Ringan dijamin dengan kondisi sesuai dengan Peraturan Pembebanan Indonesia dan mengacu pada persyaratan-persyaratan seperti yang tercantum pada “Cold formed code for structural steel”(Australian Standard/New Zealand Standard 4600:1996) dengan desain kekuatan strukural berdasarkan ”Dead and live loads Combination (Australian Standard 1170.1 Part 1) & “Wind load”(Australian Standard 1170.2 Part 2) dan menggunakan sekrup berdasarkan ketentuan “Screws-self drilling-for the building and construction industries”(Australian Standard 3566).